Gangguan pernapasan bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, salah satunya pneumonia. Pneumonia merupakan salah satu infeksi paru-paru diakibatkan bakteri, virus dan jamur.
Dilansir dari laman Health Line, virus dan bakteri pneumonia dapat menyebar ke orang lain melalui inhalasi tetesan udara, seperti bersin atau batuk.
Anda juga bisa tertular pneumonia jenis ini dengan bersentuhan dengan permukaan atau benda yang terkontaminasi bakteri atau virus penyebab pneumonia.
Oleh karenanya Anda perlu memerhatikan gejala-gejalanya, seperti berikut ini;
- Batuk yang mengeluarkan dahak (lendir)
- Demam
- Berkeringat atau kedinginan
- Sesak napas yang terjadi saat melakukan aktivitas normal atau bahkan saat istirahat
- Nyeri dada yang semakin parah saat Anda bernapas atau batuk
- Perasaan lelah
- Kehilangan selera makan
- Mual atau muntah
- Sakit kepala
Baca juga: Rentan Iritasi, Ini Cara Mengatasi Kelopak Mata yang Kering
Gejala lain dapat bervariasi sesuai dengan usia dan kesehatan umum Anda, yaitu seperti;
- Anak di bawah usia 5 tahun mungkin mengalami napas cepat atau mengi.
- Bayi mungkin tampak tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi terkadang mereka muntah, kurang energi, atau kesulitan minum atau makan.
- Orangtua mungkin memiliki gejala yang lebih ringan. Mereka juga dapat menunjukkan kebingungan atau suhu tubuh yang lebih rendah dari normal.
(Ahmad Luthfi)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.