Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akal-akalan Pusat Kebugaran agar Tetap Buka saat Pandemi Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Selasa, 03 November 2020 |19:33 WIB
Akal-akalan Pusat Kebugaran agar Tetap Buka saat Pandemi Covid-19
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SALAH satu pusat kebugaran populer di Krakow, Polandia memaksa tetap beroperasi selama karantina pandemi Covid-19. Alasannya, mereka bukanlah pusat kebugaran tapi toko tempat orang dapat mencoba peralatan kesehatan dengan biaya tertentu.

Hal ini terungkap, setelah Polisi Krakow mendapati kegiatan di pusat kebugaran Atlantic Sports Fitness Gym Squash Klub, lantaran belasan orang masih berolahraga meskipun dilarang. Larangan pemerintah tersebut dimaksudkan untuk memperlambat penyebaran virus SARS-CoV-2 yang merupakan penyebab Covid-19.

Petugas mengidentifikasi staf dan pengunjung, tetapi tidak mengeluarkan denda. Sebab perwakilan pusat kebugaran mengklaim mereka beroperasi secara legal. Perusahaan dikatakan sudah memiliki klasifikasi bisnis yang memungkinkannya untuk melakukan layanan ritel.

gym

Manajer Atlantic Sports, Marta Jamróz, menyatakan dirinya sebagai toko tempat orang dapat masuk dan menguji peralatan kebugaran dengan biaya tertentu.

"Saya tidak suka celah hukum, tetapi kami tidak punya pilihan. Saya tidak tahu mengapa mereka memasuki industri kebugaran ketika gereja buka, pusat perbelanjaan berfungsi. Keputusan itu bertentangan dengan semua logika, saya tidak bisa memahaminya,” terang Jamroz, melansir dari Oddity Central.

Semenjak kelas kebugaran tidak dapat berfungsi, mereka pun mengadakan pertemuan keagamaan akan berlangsung di dalam klub. Anggota asosiasi ini disebut Gereja Tubuh Sehat yang dilakukan oleh Dewan Tetua.

Sehingga, Atlantic Sport mungkin memiliki masalah layanan konduktif. Tetapi polisi mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki legalitas pusat kebugaran itu.

"Kami sedang memverifikasi apakah itu sesuai dengan peraturan. Kami berkonsultasi masalah ini dengan kantor lain, khususnya dengan Sanepidem. Jadi keputusan tentang kemungkinan sanksi belum dibuat,” kata seorang petugas polisi.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement