Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Angka Kasus Aktif Covid-19 Indonesia di Bawah Rata-Rata Dunia

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 20 Oktober 2020 |14:34 WIB
Setahun Jokowi-Ma'ruf, Angka Kasus Aktif Covid-19 Indonesia di Bawah Rata-Rata Dunia
Patuhi protokol kesehatan kunci putus penularan Covid-19 (Foto : Okezone)
A
A
A

Penanganan Covid-19 menjadi salah satu yang disorot dalam setahun Pemerintahan Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin. Bagaimana penanganan Covid-19 dalam setahun Pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin?

Terkait dengan penanganan Covid-19 yang sudah berlangsung delapan bulan, Rahmad Handoyo, Anggota Komisi IX DPR RI, mengatakan pemerintah sudah bekerja cukup baik. Itu dilihat dari angka kesembuhan Covid-19 yang terus meningkat, bahkan di atas rata-rata dunia.

"Jokowi sudah berusaha keras menggelontorkan ratusan triliun rupiah untuk penanggulangan sosial, penanggulangan pandemi, baik kesehatan maupun ekonominya. Saya kira parlemen harus ikut mengawasi," ungkapnya.

Ya, bicara soal data kesembuhan Covid-19, Data Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa angka kesembuhan Covid-19 di Indonesia naik jadi 77,3 persen, lebih tinggi dari rata-rata dunia yaitu 75,1 persen. Per 19 Oktober 2020, jumlah pasien sembuh Covid-19 tercatat 289.243 orang.

Baca Juga : Dokter Reisa: Vaksin Covid-19 Pemerintah Sesuai WHO dan MUI

Untuk daerah dengan persentase kesembuhan tertinggi berada di Maluku Utara (89,23%), Gorontalo (88,63%), Kalimantan Utara (88,06%), Kalimantan Selatan (87,12%) dan Jawa Timur (86,18%).

Tidak hanya itu, angka kasus aktif di Indonesia pun di bawah rata-rata dunia. Ya, data terkini, (Senin, 19 Oktober 2020), mengungkapkan bahwa kasus aktif Covid-19 di Indonesia itu 65.299 kasus atau 19,2 persen, di bawah rata-rata dunia yaitu 21,9 persen. Ini tentu menjadi napas segar keberhasilan penanganan pandemi Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, pekan ini angka kesembuhan mengalami peningkatan yaitu 4,4 persen. "Kami mengapresiasi provinsi yang terus meningkatkan kesembuhannya," ungkapnya dalam keterangan pers.

Prof Wiku

Secara perkembangan mingguan, Wiku mengkonfirmasi ada 5 provinsi tertinggi mengalami kenaikan kesembuhan. Di antaranya Jawa Barat naik 2.055 (1.276 -> 3.331), Sumatera Barat naik 466 (756 -> 1.222), Kepulauan Riau naik 379 (167 -> 546), Jawa Tengah naik 324 (1.435 -> 1.759) dan Kalimantan Timur naik 190 (1.021 -> 1.221).

Ia pun berharap agar pemerintah provinsi yang memiliki angka kesembuhan tinggi terus mempertahankan dan meningkatkan angka kesembuhan. Bagi provinsi yang angka kesembuhannya masih kecil, diharapkan bisa mencapai angka kesembuhan tertinggi. "Dengan begitu, dapat meningkatkan angka kesembuhan secara nasional," tambahnya.

Perkembangan Kasus kematian Covid-19 pada minggu ini terus menurun menjadi 9,9% dari pekan sebelumnya. Namun pada pekan ini perhatian ditujukan pada 5 provinsi dengan kenaikan kematian tertinggi yakni DKI Jakarta (65), Jawa Tengah (7), Kepulauan Riau (4), Kalimantan Tengah (3) dan Sulawesi Tengah (2).

"Tingkatkan kualitas pelayanan perawatan Covid-19 di rumah sakit, perbanyak rumah sakit darurat jika diperlukan. Lakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan dan Satuan Tugas apabila memerlukan bantuan," lanjutnya.

Meski demikian, Perkembangan kasus positif Covid-19 secara mingguan terjadi kenaikan kasus sebesar 5,9%. Pekan ini 5 provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi Jawa Tengah (499), Jawa Barat (383), Papua Barat (314), Sulawesi Selatan (277) dan Sulawesi Tenggara (204). "Perlu perhatian khusus pada 5 provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi pada pekan ini," tegasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement