KAMPUNG Kreatif Dago Pojok kini jadi salah satu destinasi wisata di Kota Bandung, Jawa Barat. Meski berada di gang kecil, Jalan Dago Pojok, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, kampung ini sama sekali tak terlihat kumuh. Kreatifas ditunjukkan warganya, membuat kampung ini mampu menghadirkan wisata edukasi dan kesenian.
Baca juga: Makam Sultan Iskandar Muda, Objek Wisata Religi Penuh Sejarah Kegemilangan Aceh
Jika berkunjung ke kampung ini, pemandangan pertama yang akan dilihat adalah jajaran lukisan yang digantung pada setiap dindingnya.
“Setiap karya yang ditampilkan di Kampung Kreatif merupakan hasil kreatifitas para warga sekitar mulai dari anak-anak sampai usia lanjut. Para pengunjung juga bisa ikut serta jika ingin membuat sebuah karyanya sendiri,” demikian keterangan seperti dikutip dari laman resmi Disbudpar Kota Bandung, Jumat (25/9/2020).
Setiap minggunya, Kampung Kreatif Dago Pojok memiliki kegiatan rutin yang bisa diikuti, seperti latihan wayang golek, kaulinan barudak, jaipongan, celempungan dan pencak silat. Jadi, selain bisa melihat aneka mural, pengunjung bisa juga belajar melukis di sini.
Semua kegiatan yang ditawarkan tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi siapapun yang berkunjung ke tempat ini. Tidak hanya dikunjungi wisatawan dari luar kota saja, Kampung Kreatif Dago Pojok pun sering mendapatkan kunjungan dari turis-turis mancanegara sebelum pandemi Covid-19.
Selain menjadi sebuah ruang kreativitas bagi masyarakat, Rahmat Jabaril selaku penggagas Kampung Kreatif Dago menyebutkan bahwa tempat ini adalah bentuk pembuktian jika masyarakat kampung yang berada di kota mampun berkembang secara mandiri tanpa meninggalkan jejak kebudayaan.
Rahmat Jabaril merupakan warga setempat. Dia menggagas kampung kreatif dengan dilandasi kecintaannya terhadap kesenian dan adat budaya Sunda serta kepeduliannya terhadap lingkungan di sekitar tempat tinggal.
Mengutip dari laman tempatwisatabandung.info, Rahmat menyulap lorong–lorong gang dan jalan di Kampung Dago Pojok menjadi sebuah tempat yang menyenangkan, sekaligus menjadikan warga di sekitarnya lebih kreatif.
(Salman Mardira)