Kebiasaan merokok masih menjadi masalah yang dihadapi masyarakat di dunia. Padahal kebiasaan yang satu ini memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan tubuh seseorang. Salah satu dampak merokok adalah timbulnya berbagai macam penyakit kronik yang biasa disebut dengan komorbid.
Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Departemen Pulmonologi, Dr. dr. Agus Dwi Susanto Sp.P(K), FISR, FAPSR, mengatakan bahwa penyakit komorbid yang dialami oleh sebagian besar perokok akan membuat seseorang berisiko tinggi terinfeksi virus corona Covid-19.

“Risiko Covid-19 derajat berat dan kematian juga meningkat pada pasien komorbid terutama kardiovaskuler dan respirasi. Bukan hanya itu seorang dengan penyakit komorbid juga berpotensi mengalami infeksi yang lebih berat bahkan risiko kematian,” tutur dr. Agus, dalam Konferensi Pers Rokok di Era Pandemi Covid-19, Rabu (23/9/2020).
Dokter Agus menyebut beberapa penyakit komorbid akibat rokok yang paling sering dialami masyarakat diantaranya: gagal jantung, hipertensi, jantung koroner, PPOK, asma, diabetes, gagal ginjal, kanker serta stroke.
“Merokok juga meningkatkan risiko terkena penyakit paru kronik. Kondisi ini menyebabkan gangguan oksigenasi tubuh. Infeksi paru lebih mudah terjadi akibat kondisi penyakit paru kronik termasuk infeksi Covid-19,” lanjutnya.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Rumah Sakit Persahabatan, penyakit komorbiditas tertinggi yang dialami masyarakat Indonesia adalah hipertensi, diabetes mellitus, masalah kardiovaskular, dan geriatri.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.