Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspadai, Traveling Naik Pesawat Lebih Rentan Tertular Covid-19

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Kamis, 13 Agustus 2020 |20:49 WIB
Waspadai, Traveling Naik Pesawat Lebih Rentan Tertular Covid-19
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MASIH banyak wisatawan yang khawatir untuk melakukan perjalanan jauh menggunakan transportasi umum. Terlebih setelah melihat fakta bahwa penyebaran virus corona atau Covid-19 saat ini, cenderung hanya menunjukkan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala sama sekali.

Namun setelah memasuki era new normal, pemerintah maupun pelaku wisata seperti maskapai penerbangan telah meyakinkan wisatawan bahwa mereka telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Protokol ini dinilai ampuh meminimalisir risiko penularan Covid-19 di transportasi umum.

Terkait hal tersebut, sejumlah ahli kesehatan pun akhirnya angkat suara. Mereka menjelaskan secara gamblang transportasi umum apa saja yang sekiranya paling aman untuk digunakan selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Baca Juga: Ulang Tahun ke-50, Duh Sophia Latjuba Pamer Body Kekar Bikin Pusing 

Seorang ahli bernama Arnold Barnett, yang juga merupakan profesor di Massachusetss Institute of Technology, telah menganalisa risiko penularan Covid-19 pada moda transportasi udara maupun darat. Dia mengatakan bahwa pesawat terbang memiliki tingkat risiko penularan Covid-19 yang tinggi dibandingkan menggunakan mobil.

pesawat

“Dengan asumsi bahwa pengemudi dan penumpang tidak positif Covid-19, risiko kematian tertinggi memang datang dari kecelakaan mobil dengan jarak tempuh per 1.000 km. Namun perlu diketahui, analisa ini sudah tidak berlaku ketika pandemi Covid-19 melanda,” kata Barnett.

Hal senada juga diakui oleh Chris Hendel dari USC Gehr Family Center for Healthy System Science and Innovation. Dia mengatakan, bepergian dengan mobil adalah paling aman untuk saat ini. Salah satu alasannya karena Anda tidak bepergian dengan orang asing yang risiko penularannya tidak diketahui.

“Pada dasarnya, Anda tidak berbagi ruang bernapas dengan seseorang yang mungkin terinfeksi. Tetapi tentu saja, seseorang harus sangat berhati-hati saat mereka berhenti untuk mengisi bensin, beristirahat di rest area, dan tempat-tempat umum lainnya. Selain itu, saya pikir, traveling menggunakan kereta api juga lebih aman dibandingkan perjalanan udara. Terlepas dari itu semua, mereka harus tetap mengenakan masker dan menjalankan protokol kesehatan,” kata Hendel.

Dr. Karl Neumann, pakar perjalanan pediatric dan pendiri situs KidsTravelDoc.com secara terang-terangan juga menilai risiko bepergian menggunakan transportasi umum pada anak-anak. Dia mengatakan bahwa kereta api menjadi moda transportasi terbaik dibandingkan pesawat.

“Untuk anak-anak sudah jelas kereta api jauh lebih aman bagi mereka dibandingkan pesawat. Tetapi bila memang ingin melakukan perjalanan jauh, lebih baik gunakan mobil atau kendaraan pribadi. Perlindungan terpenting saat ini adalah memberikan mereka ruang yang cukup, dan selalu mengikuti protokol kesehatan,” kata Karl, seperti dikutip Okezone dari Conde Nast Traveler, Kamis (13/8/2020).

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement