Executive General Manager Angkasa Angkasa Pura II Bandara Soekarno Hatta, Agus Haryadi, menegaskan bahwa pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat bagi para calon penumpang domestik.
Namun perlu diketahui, bahwa protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh AP II merupakan kombinasi protokol dari berbagai otoritas seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Setempat, dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19.
"Karena Bandara Soekarno Hatta berada di Tangerang yang sampai saat ini masih memberlakukan PSBB, jadi hanya ada 2 terminal yang beroperasi yakni, terminal 2 dan terminal 3," kata Agus dalam diskusi virtual dengan BNPB, Selasa (27/7/2020).

Agus tidak menampik protokol kesehatan di bandara pada awalnya memang sangat ketat. Terutama pada saat musim mudik Lebaran beberapa bulan lalu. Calon penumpang yang hendak bepergian harus memiliki surat kesehatan dan mengikuti beberapa pemeriksaan.
Baca Juga : Catat! Ini Protokol Kesehatan di Bandara untuk WNI dan WNA yang Masuk Indonesia
Kebijakan tersebut kini sudah mengalami perubahan demi menggerakkan kembali roda perekonomian sekaligus mencegah penularan Covid-19.
"Jadi yang kami lakukan di Bandara Soetta saat ini tetap mengacu dengan ketentuan berlaku, tapi langkah-langkahnya sudah sangat simple. Pertama, penumpang harus punya bukti rapid test. Jika dulu hasil rapid test hanya berlaku 3 hari, sekarang berlaku 14 hari," ungkap Agus.
"Kemudian dulu orang bingung mencari rapid test di mana. Sekarang di Bandara Soekarno Hatta sudah kami sediakan di beberapa titik, baik di terminal 2 maupun di terminal 3 bahkan di terminal 1 juga ada. Intinya sudah semakin mudah dan enggak ribet," timpalnya.
Penyediaan rapid test ini, kata Agus, tidak terlepas dari fakta bahwa banyak penumpang ingin mendapatkan pelayanan one stop service. Artinya, satu kali datang mereka sudah bisa langsung terbang.
Maka dari itu, pihaknya terus memperbaiki dan menyediakan fasilitas yang sekiranya memang diperlukan. Sementara untuk protokol kesehatan lainnya, penumpang diwajibkan memakai masker selama di bandara dan menjaga jarak sosial.

Terkait pengecekan kesehatan, AP II telah menyiapkan thermal scanner di sejumlah titik, terutama di area pintu masuk dan beberapa check point. Mereka juga sudah lakukan berbagai inovasi. Salah satunya menghilangkan titik sentuh. Beberapa tempat seperti area parkir dan lift, kini menggunakan sistem touchless.
"Kami juga melakukan proses disinfeksi secara periodik untuk alat-alat atau equipment yang potensial disentuh banyak orang. Untuk barang secara teknis memang agak sulit, tapi tetap dilakukan steriliasi dengan sinar ultra violet. Demikian juga berbagai potensi pertemuan, contoh ketika penumpang berbicara dengan officer ada arclyc tranparan. Intinya fasilitas di bandara sudah oke," tandas Agus.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.