Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Faktor yang Sebabkan Seseorang Kena Serangan Jantung saat Bersepeda

Ini Faktor yang Sebabkan Seseorang Kena Serangan Jantung saat Bersepeda
Naik sepeda (Foto: Pixabay)
A
A
A

Olahraga bersepeda sebenarnya sangat baik bagi kesehatan tubuh. Namun mengapa terdapat orang-orang yang sedang olahraga bersepada mendadak meninggal kena serangan jantung?

Dokter spesialis kedokteran olahraga, Dr. Andi Kurniawan, Sp.KO menjelaskan, olahraga bersepeda baik untuk kesehatan tubuh. Menurutnya, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami serangan jantung ketika bersepeda.

naik sepeda

"Istilahnya bukan bersepeda menyebabkan serangan jantung, tapi mungkin orang tersebut sudah memiliki riwayat serangan jantung sebelumnya, sehingga ketika bersepedanya terlalu over atau melebihi kapasitasnya sehingga menyebabkan serangan jantung yang mendadak," jelas Dr. Andi, Jumat (17/7/2020).

Seperti dilansir dari Sindo News, Dr Andi mengatakan, pada dasarnya banyak sekali manfaat olahraga untuk kesehatan. Namun di sisi lain, olahraga juga memiliki risiko.

"Risikonya kenapa? Karena pada saat seseorang berolahraga, itu membutuhkan oksigen. Artinya ototnya berkontraksi melakukan gerak, repetitif gerak itu membutuhkan oksigen dan oksigen itu bisa sampai pada otot, dipompa oleh jantung kita," ungkapnya.

Ketika seseorang mempunyai masalah jantung dan memaksa intensitasnya, ini membuat beban jantung terus ditingkatkan.

Akibatnya, jantung bermasalah atau mereka yang memiliki masalah pada kesehatan jantung, dapat mengalami kematian yang mendadak karena sakit jantung.

Baca juga: 3 Gaya Trendi Veronica Tan Nongkrong Cantik Bareng Sosialita Ibu Kota

"Punya masalah pada kesehatan jantungnya, apakah koroner, apakah jantung bawaan, itu akan menyebabkan bisa terjadi sudden cardiac death, artinya kematian yang mendadak karena sakit jantung," pungkasnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement