Sektor perfilman Indonesia menjadi salah satu sektor paling terdampak dari pandemi Covid-19. Sejak virus corona melanda Indonesia pada awal Maret lalu, seluruh bioskop hingga aktivitas syuting terpaksa dihentikan guna mencegah penyebaran virus tersebut.
Namun setelah memasuki era new normal, para insan perfilman Indonesia kembali mendapatkan secercah harapan untuk kembali produktif dan beraktivitas. Tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.
Nah, pada 29 Juli mendatang, seluruh bioskop di ibukota DKI Jakarta pun dilaporkan akan kembali dibuka dengan sejumlah peraturan baru. Pembukaan kembali bioskop ini sejatinya telah melelui sejumlah proses yang panjang.
Termasuk tahap simulasi yang diselenggarakan oleh XXI Plaza Senayan. Acara ini dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, dan sejumlah jajaran dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Wishnutama menjelaskan, protokol kesehatan yang diterapkan pada sektor pariwisata, termasuk perfilman ini merupakan turunan dari peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.
Baca juga: Rela Antre 5 Jam demi Bakso Lobster Viral, Dave Taslim: Saking Ramainya Pernah Digerebek Satpol PP
Harapannya agar sektor perfilman Indonesia tidak akan menjadi klaster baru, bila kelak sudah aktif kembali.
"Ini bentuk koordinasi kita dengan Kemenkes. Apapun itu, risiko kesehatan penting untuk dijaga. Resiko pandemi covid-19 ini penting dijaga, diawasi. Jangan sampai sektor perfilman ini jadi klaster baru, ini selalu saya tekankan berkali-kali," kata Wishnutama, Jumat (10/7/2020).
Dengan adanya protokol kesehatan di sektor perfilman ini, dia berharap agar pelaku industri perfilman bisa produktif kembali. Namun, dia juga mengingatkan untuk selalu memperhatikan peraturan dan protokol kesehatan sehingga seluruh aktivitas syuting tetap aman dari Covid-19.
"Jadi sekarang yang kami lihat itu penerapannya sudah dilaksanakan baik atau belum. Saya kemarin sudah melihat simulasi hotel, restoran, tujuannya untuk memastikan dulu bahwa simulasinya berjalan dengan baik. Indikatornya masyarakat sudah mendapatkan sosialisasi dan edukasi yang jelas," jelas Wishnutama.
"Kalau simulasinya sudah baik, baru bisa dibuka kembali. Takutnya pada saat dibuka, tapi sosialisasi dan edukasi tentang protokol kesehatan belum maksimal, dikhawatirkan menimbulkan potensi terjadinya klaster baru," tambahnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.