MENTERI Kesehatan RI memberi lampu hijau terhadap terapi secretom. Apa sih yang dimaksud dengan terapi secretom?
Persatuan Sel Punca Seluruh Indonesia (Persepsi) melalui sejumlah dokter yang tergabung dalam Peneliti Stem Cell and Cancer Research Indonesia mendapatkan lampu hijau dari Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan untuk memulai uji klinik Terapi Covid-19. Uji klinik ini dilakukan dengan menggunakan secretom untuk menanggulangi badai sitokin (peradangan) demi mencegah kematian.

Secretom adalah produk Stem Cell (Extra Celuler Vesicle), yang mempunyai fungsi antiradang, angiogenesis, modulasi imun, dan mengendalikan inflamasi.
"Karena inhalasi terapi secretom langsung ke target organ paru, menghindari efek samping atau adverse event," kata Dokter Sugeng Ibrahim MBiomed seperti keterangan yang diterima Okezone, Selasa (23/6/2020).
Riset untuk sementara ini akan dilakukan di RS Kariadi Semarang, RSPAD Gatot Subroto, RSAU dr Esnawan Antariksa Halim, RS Bhayangkara Makasar, RS Muwardi Solo, RS Sultan Agung Semarang, Dan RS Muhamadiyah Gamping.
"Kami melaporkan temuan kami kepada Menkes Terawan dan membuktikan bahwa badai sitokin dapat dicegah atau ditanggulangi. Atau kematian akibat pagebluk Covid-19 dapat dicegah atau diturunkan angkanya," imbuh pendidik dan pengajar di Unika Soegijapranata itu.

Lebih lanjut, Sugeng Ibrahim menjelaskan, secretom MSC mengandung IL 10 tinggi dapat menekan badai radang. Karena sitokin merupakan protein produk radang.
Dalam penjelasan, medis IL 10 sebagai antiradang menekan CD4 dan CD 8, sebagai kemokin inflamasi. Meski tidak membunuh virus, tapi dapat menanggulangi efek berat Covid-19.
"Ini uji klinik, bukan uji tabung atau invitro," terangnya.
Sembari memberikan penjelasan, secretom diterapikan secara inhalasi dengan nebulizer ke ventilator (terminal inspirasi) langsung ke target organ.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.