Siapa yang tak rindu dengan eksotisme lautan biru dan pasir putih di Gili Trawangan? Destinasi wisata ini juga dikenal sebagai pulau surganya backpacker.
Deretan resorts yang berderet di tepi pantai, debur ombak yang berkejaran, hingga absennya kendaraan bermotor membuat Gili Trawangan tampak menggoda untuk dipilih sebagai tempat berlibur. Meski luas pulaunya hanya 15 km2, Gili Trawangan memiliki fasilitas lengkap bagi wisatawan.

Kalau kamu ingin menginap di resorts dan menikmati suasana yang sepi, pilihlah akomodasi di bagian barat pulau. Sedang bagian timur Gili Trawangan kebanyakan berisi akomodasi budget seperti bungalow, hostel, dan homestay. Deretan restoran, coffee shop, bar, toko suvenir, dan minimarket berada di sepanjang jalan utama Gili Trawangan.
Untuk menjaga kondisi pulau supaya tetap alami, kendaraan bermotor tak diperbolehkan di Gili Trawangan. Bagi kamu yang tak mau jalan kaki, kamu bisa menyewa sepeda atau naik cidomo, sejenis kereta yang ditarik kuda untuk keliling pulau.
Kamu bisa menginap di homestay di sekitar sana. Lalu jalan-jalan dan berenang sembari menikmati gradasi biru lautnya Gili Trawangan. Sungguh indah di mata dan pasti tak terlupakan.
Gili Trawangan bisa dicapai dengan naik pesawat menuju bandara internasional Lombok Praya, lalu dilanjutkan dengan naik mobil atau taksi selama 1,5 jam menuju Teluk Nare atau Kade di utara Senggigi. Dari sini kamu bisa menyeberang ke Gili Trawangan dengan private fast boat selama 15 menit. Biaya charter Rp.600.000 sekali jalan.
Baca juga: Catat, Jam-Jam Ini Nyamuk DBD Sering Gigit Anak!
Sementara itu kalau kamu lebih memilih naik kapal umum, dari bandara kamu sebaiknya langsung menuju pelabuhan Bangsal. Kapal cepat berangkat hampir setiap jam dari pelabuhan ke Gili Trawangan, setelah kapal penuh (kapasitas 45 orang). Tiketnya Rp.85.000,- per orang dan bisa dibeli di kantor tiket di pelabuhan.
(Dyah Ratna Meta Novia)