Epidemiolog UNS, dr. Tonang Dwi Ardiyanto menilai Indonesia masih belum mencapai puncak tertinggi dalam kasus Covid-19. Hal tersebut terjadi meski kurva angka positif Covid-19 terus mengalami kenaikan hingga mencapai lebih dari 1.300 kasus per hari pada Juni 2020.
Seperti diketahui, pemerintah memang sedang melakukan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) secara masif. Upaya ini dilakukan supaya dapat memeriksa lebih banyak masyarakat yang berpotensi tertular Covid-19.
“Tapi kami juga melihat angka positif Covid-19 masih tinggi. Kita berharap angkanya itu turun sekira 5 persen. Jadi kalau pemeriksaan PCR semakin tinggi tapi jumlah infeksinya menurun itu yang kita harapkan,” terang dr. Tonang dalam wawancara ekslusif iNews, Jumat (19/6/2020).
Dokter Tonang mengatakan saat ini pemerintah memang melakukan tes secara masif. Namun angka positifnya seharusnya menurun. Saat ini angka positif Covid-19 masih menunjukkan 11,9 persen. Dengan adanya positifitas masih tinggi membuktikan masih banyak kasus yang selama ini belum terdeteksi.

“Masih sulit kita mengatakan sudah di puncak penularan. Karena kita akui masifitas pemeriksaan baru 1 - 2 pekan terakhir. Untuk mencapai 20.000 pemeriksaan masih dilakukan tiga hari terakhir. Jadi masih belum bisa memastikan betul apakah ini sudah puncak,” lanjutnya.
Baca Juga : Ahli Epidemiolog Ungkap Alasan Kasus Covid-19 Terus Melonjak
Ia berharap dengan mempercepat masifitas pemeriksaan, pemerintah bisa lebih yakin mengatakan puncak atau belum. Meski demikian, kondisi saat ini belum bisa dijadikan acuan puncak Covid-19. Bahkan bisa dibilang ini belum mencapai puncak.
(Helmi Ade Saputra)