PADA Kamis (4/6/2020), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Nah, meski sedang masa PSBB, tidak bisa dipungkiri masih ada saja warga yang bandel untuk tetap keluar rumah.
Padahal bukan keluar rumah untuk keperluan mendesak, seperti belanja makanan pokok atau bekerja. Parahnya lagi, tidak sedikit warga yang nekat keluar rumah hanya untuk sekedar jalan-jalan sore dengan membawa anak balita.

Meski hitungan kasusnya pada anak-anak masih dikatakan rendah, apakah aman untuk membawa balita keluar rumah di saat pandemi seperti ini? Jawabannya adalah tidak aman!
Sebagaimana diterangkan oleh Dokter Spesialis Anak, Dr Catharine Mayung Sambo SpA, sebagai dokter dirinya mengimbau agar orangtua atau keluarga tetap menjaga anak-anak mereka untuk tidak berkeliaran keluar rumah. Anda tetap berada di dalam rumah saja selama masa pandemi ini, seperti yang sudah dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Saat ini kami tetap menyarankan agar sebaiknya anak, termasuk balita, beraktivitas di rumah saja. Hanya keluar rumah untuk keperluan yang benar-benar penting,” kata Dokter Catharine, saat dihubungi Okezone, Kamis (4/6/2020) melalui sambungan pesan.
Dokter Catharine menambahkan, kecuali orangtua boleh membawa anak keluar saat ada keperluan penting yang tak bisa ditunda. Misalnya ketika anak sakit mengalami sakit parah atau sudah masuk jadwal mendapatkan imunisasi.
“Keperluan benar-benar penting anak ituseperti misalnya perlu dibawa ke fasilitas kesehatan, baik karena sakit serius maupun untuk kunjungan imunisasi. Hal ini untuk mencegah kemungkinan tertularnya anak dari berbagai kuman penyakit, terutama di masa pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.