Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perasaan Gembira Pengaruhi Imunitas Seseorang Lawan COVID-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Senin, 06 April 2020 |13:13 WIB
Perasaan Gembira Pengaruhi Imunitas Seseorang Lawan COVID-19
Jubir Pemerintah Penanganan COVID-19 (Foto : BNPB Indonesia/Youtube)
A
A
A

Isolasi diri dianggap sebagai salah satu cara efektif untuk memutus mata rantai pencegahan virus corona COVID-19. Namun, bagaimana jika tidak memungkinkan untuk isolasi diri dan harus kelompok?

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, isolasi kelompok bisa dilakukan dengan inisiatif pemerintah daerah. Namun, harus ada yang perlu diperhatikan ketika hendak melakukan isolasi kelompok.

“Manakala tak memungkinkan untuk sendiri-sendiri, inisiatif daerah bisa untuk mengumpulkan mereka pada suatu tempat. Tempat harus nyaman, bisa beristirahat dengan baik, bisa menjaga jarak dengan orang lain serta sarana dasar kebutuhan manusianya terpenuhi,” ujarnya Yuri dalam siaran langsung di Gedung BNPB, Senin (6/4/2020).

Juru Bicara Penanganan COVID-19

Selain itu, menurut Yuri proses isolasi tidak boleh menimbulkan stres atau kesedihan. Pasalnya kedua kondisi tersebut bisa berdampak pada imunitas tubuh yang semakin menurun.

“Apabila harus melakukan isolasi kelompok, lokasi sebaiknya dipilih agar mereka bisa bergembira. Ada fasilitas olahraga, melakukan aktivitas bersama, pokoknya harus senang. Perasaan gembira, tidak tertekan dan stres, sangat berpengaruh pada status perbaikan imunitas seseorang,” jelasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement