Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyesalan Zizu Tak Mudik ke Makassar Gegara Corona COVID-19

Pradita Ananda , Jurnalis-Minggu, 29 Maret 2020 |00:31 WIB
Penyesalan Zizu Tak Mudik ke Makassar Gegara Corona COVID-19
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

HARI Raya Idul Fitri jadi momen yang paling dinanti-nantikan setiap tahunnya, oleh semua umat muslim di Indonesia. Sayangnya untuk Lebaran 2020, tak sedikit para perantau sedih karena tak bisa mudik akibat pandemi virus corona.

Pemerintah sudah mengimbau untuk tidak melakukan perjalanan mudik, karena melihat kondisi pandemi virus corona COVID-19 yang semakin darurat di Indonesia. Ramadan dan Idul Fitri tahun ini sepertinya akan jadi yang terberat bagi Zizu, perantau asal Makassar.

mudik

Jika setiap tahun Zizu terbiasa mudik pulang kampung ke rumah orangtuanya di Makassar, namun tahun ini niat tersebut terpaksa ia urungkan. Sebab melihat betapa darurat kondisi wabah COVID-19 di Indonesia, terutama di Jakarta, tempat Zizu bermukim sehari-hari.

“Aku biasanya mudik ke Makassar, biasanya berangkat H-2 sebelum Lebaran. Melihat kondisi sekarang, jujur khawatir banget enggak bisa pulang kampung. Tapi kalau pulang juga, kasihan orang rumah karena aku bisa saja bawa virusnya. Ada nenek-kakek, ada mama-papa, tante om juga sudah pada tua,” curhat Zizu saat dihubungi Okezone, melalui sambungan telepon.

Kemungkinan terburuk untuk tidak bisa pulang kampung menemui kedua orangtuanya ini, dilanjutkan Zizu, sebetulnya sudah sempat terpikir sejak penetapan aturan Work From Home (WFH) oleh pemerintah. Tapi kala itu, ia masih mencoba optimis bahwa keadaan menjelang bulan puasa dan Lebaran akan berangsur membaik. Sehingga tetap ada peluang untuk dirinya bisa mudik.

“Tanggal sudah rencanain, tiket sudah beli. Tapi kayaknya akan refund saja, aku enggak bisa bebal. Kemarin beli tiket awalnya karena masih yakin, April wabah ini selesai. Tapi lihat kondisi sekarang kayak gini, mustahil rasanya,” tambahnya.

Tidak mau menampik kenyataan, Zizu yang hanya tinggal di Jakarta bersama paman dan bibinya ini harus menyiapkan mental untuk kemungkinan terburuk. Harus menjalani bulan puasa dan merayakan Lebaran tanpa ditemani oleh kedua orangtuanya.

Sebagai anak yang tengah merantau, Zizu mengaku kala itu ia sempat terpikir akan memboyong kedua orangtuanya dari Makassar untuk berlebaran di Jakarta. Namun berkaca pada situasi yang semakin darurat, apalagi Jakarta diketahui sudah sebagai episentrum penyebaran COVID-19, Zizu menerangkan bahwa dirinya sudah ikhlas tidak bisa mudik, daripada membuat kedua orangtuanya jatuh sakit.

“Sebenarnya mau ajak mama-papa ke Jakarta buat nemenin, tapi kasihan kalau mereka harus naik pesawat dan Jakarta penularannya juga sudah enggak bisa dikontrol jadi niat ini batal. Aku sudah bersiap sih, ya belum kerasa sedihnya sekarang. Tapi nanti dekat-dekat puasa bakal nangis banjir pasti,” tutup Zizu.

(Dewi Kurniasari)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement