VIRUS corona atau COVID-19 disebut penyakit yang tidak pandang bulu, karena dapat menyerang siapa saja. Termasuk para atlet dunia, Cameron van der Burgh, perenang profesional.
Dua minggu lalu, atlet renang peraih medali emas Olimpiade itu dilaporkan telah terinfeksi virus corona. Padahal, selama ini Cameron tidak memiliki riwayat penyakit, tidak merokok, dan selalu menerakan gaya hidup sehat. Umurnya pun masih tergolong muda, yakni 31 tahun.

Namun siapa sangka, hasil pemeriksaan dokter, Cameron dinyatakan positif corona. Dia sempat mengumumkan kabar mengejutkan tersebut melalui akun Twitter pribadinya.
"Aku telah berjuang melawan COVID-19 selama 14 hari. Ini adalah virus terparah yang pernah aku alami sejauh ini," tulis Cameron.
Lebih lanjut Cameron menjelaskan, dirinya juga sempat mengalami sejumlah gejala seperti demam, batuk, dan kelelahan sebelum dinyatakan terinfeksi. "Semua aktivitas fisik seperti berjalan membuat tubuhku kelelahan hingga berjam-jam," ungkapnya.
Melihat kondisi tubuhnya yang terus menurun, Cameron mengaku bingung apakah dia akan tetap mengikuti Olimpiade Tokyo 2020, atau mengurungkan niatnya. Hingga saat ini, sejumlah atlet dilaporkan masih rutin berlatih untuk mengikuti pesta olahraga dunia tersebut. Namun, keputusan itu dianggap aneh oleh Cameron.
"Para atlet itu terus berlatih untuk Olimpiade. Dengan kata lain mereka mengekspos diri pada risiko yang tidak perlu. Ini semakin membahayakan kesehatan mereka," tambahnya.
Seperti diketahui, sejumlah negara melaporkan bahwa para atlet mereka membatalkan keiikusertaan pada Olimpiade Tokyo mendatang. Namun sampai sekarang, belum dapat dipasikan apakah acara ini akan ditunda atau tetap dilanjutkan.
Sebelum menutup cerita, peraih medali emas untuk kategori renang gaya dada itu kembali mengingatkan para followers-nya, tentang bahaya nyata virus corona. "Jadi tolong, perhatikan kondisi kesehatan tubuh kalian dan orang lain," tutup Cameron, dilansir dari Newser, Selasa (24/3/2020).
(Dewi Kurniasari)