Perusahaan minyak di Arab Saudi, Aramco baru saja menerima banyak kritikan pedas sehubungan dengan aksinya kepada salah satu pegawainya.
Kritikan pedas tersebut dilayangkan pada Aramco, setelah foto seorang pegawai “didandani” sebagai unit dispenser hand-sanitizer beredar luas di linimasa media sosial.
Foto yang menampilkan seorang pegawai laki-laki memakai baju unit kotak dispenser hand-sanitizer warna putih bertuliskan "Office Services", berkeliling di sekitar area kantor Aramco sebagai mesin otomatis hand-sanitizer bagi para karyawan.
Para netizen Arab Saudi banyak yang marah kepada pihak yang membuat pekerja tersebut bekerja sebagai mesin hand-sanitizer. Meskipun niat awalnya, ingin meningkatkan kepedulian pentingnya menjaga kebersihan tangan dengan menggunakan hand-sanitizer. Foto tersebut disebutkan memicu kemarahan, karena di seluruh dunia ada banyak kisah tentang rasisme dan eksploitasi.

Beberapa netizen di Twitter, bahkan ada yang meminta pihak yang memperkerjakan pegawai tersebut untuk membayar kompensasi secara utuh.
“Foto ini benar-benar buruk, pegawai laki-laki ini harus diberi kompensasi secara finansial dan moral,” ujar seorang netizen.
“Kami berharap orang yang memerintahkan pegawai ini untuk memakai unit dispenser hand-sanitizer itu, menganggap pegawai bak robot atau boneka, menganggap bisa mengontrol manusia sesuai dengan keinginannya, bisa dihukum berat,” tambah pengguna Twitter lainnya.
Setelah menerima banyak kritikan pedas dari para netizen, akhirnya Aramco mengeluarkan pernyataan secara resmi melalui akun lama Twitternya. Dalam pernyataan resmi tersebut, Aramco menjelaskan situasi ini terjadi tanpa adanya persetujuan dari pihak perusahaan.
“Sehubungan dengan foto-foto yang beredar di linimasa media sosial, seorang pegawai berpakaian seperti unit mesin hand-sanitizer. Saudi Aramco ingin menyampaikan rasa kekecewaan yang dalam terhadap perilaku menghina ini, yang dimaksudkan awalnya ingin memberikan penekanan pada pentingnya sterilisasi tanpa persetujuan terlebih dahulu dari pihak terkait di perusahaan,” bunyi keterangan resmi dari Aramco, sebagaimana diwarta Arabnews, Kamis (12/3/2020).
Merespon kejadian tersebut, pihak perusahaan Aramco disebutkan langsung menghentikan aksi tersebut dan melakukan upaya untuk mencegah kejadian serupa bisa terjadi lagi.
“Perusahaan segera menghentikan tindakan ini dan telah mengambil tindakan tegas untuk mencegah tindakan seperti itu terjadi lagi. Kami menekankan sikap tegas terhadap kebijakan yang didasarkan pada penghormatan dan kepatuhan terhadap etika dan perilaku,” tambah Aramco.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.