Tak sedikit rumah sakit di daerah mengeluhkan kekurangan stok Alat Pelindung Diri (APD). Padahal APD penting dipakai oleh tenaga medis untuk menangani pasien suspect virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).
Sampai-sampai beberapa rumah sakit di Jawa Barat, mengenakan jas hujan sebagai pengganti APD. Pihak rumah sakit juga membenarkan bahwa di daerah setempat minim APD, sehingga terpaksa menggantinya dengan jas hujan.

Jubir Nasional untuk Penanganan Korona di Indonesia dr Achmad Yurianto mengatakan, perihal logistik pemerintah memiliki sistem pemantauan yang bernaung di bawah Kementerian Kesehatan. Yuri juga mengungkapkan, bahwa baru saja datang sekira 10.000 unit Polymerase Chain Reaction (PCR).
“Ada sistem pemantauan logistik alkes di Kemenkes. Kita masih punya stok PCR, 10 ribu unit baru datang dan stok yang lama masih ada 500 lebih," kata Yuri.
"Jadi enggak benar kalau kita enggak punya. APD juga sudah banyak dapat pemasok dari luar China," imbuhnya.
Yuri menegaskan, untuk mendapatkan APD, Indonesia bukan hanya mengimpor APD dari satu negara saja. Namun APD didapatkan dari beberapa negara di beberapa benua, seperti dari Asia Selatan hingga Eropa.
“Bukan hanya dari satu negara, tapi dari beberapa negara. Ada India, Den Haag, Eropa juga. Kita beli, bukan meminta bantuan,” tegas Yuri.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.