BUKAN hanya Indonesia yang baru melaporkan positif virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), namun ada 20 negara baru melaporkan kasus yang sama. Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Nasional Kasus COVID-19 dr Ahmad Yurianto.
Meskipun kasus penyebaran COVID-19 di Wuhan dan wilayah dataran China lainnya menurun, namun di luar China justru terjadi peningkatan kasus. Seperti kita ketahui, Korea Selatan, Jepang, Iran dan Italia menjadi negara dengan kasus COVID-19 yang tinggi.

"Data beberapa hari lalu, dalam sehari ada 20 negara baru yang melaporkan ditemukannya kasus positif," kata Yuri di Kantor Staf Presiden RI, Jakarta, Kamis (5/3/2020).
Yuri menyebutkan, kasus penyebaran virus korona/ COVID-19 terjadi pergeseran, jika dibandingkan dengan kasus penyebaran pertama di Wuhan, China. Tak sedikit pasien yang terpapar virus korona/COVID-19, kini tak lagi mengalami gejala berat. Seperti yang biasanya terjadi adalah demam, batuk, hingga sesak napas.
"Ini artinya bahwa mobilitas penderita dengan COVID-19 di dalam tubuhnya, tidak terdeteksi di pintu masuk negara manapun. Kita tahu deteksi yang dilakukan oleh negara lainnya mengandalkan thermal scan atau thermal gun," ucapnya.
(Dewi Kurniasari)