PEMERINTAH Indonesia memang tengah mewaspadai penyebaran virus Korona COVID-19, setelah ada dua orang warga asal Depok positif terkena virus tersebut. Keduanya, kini dirawat di RSPI Sulianti Sarosa.
Memang, saat ini Virus Korona COVID-19 masih belum memiliki penawar. Satu-satunya cara, adalah dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Tidak heran, di media sosial pun kini banyak beredar berbagai cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh, salah satunya dengan ramuan herbal. Juru Bicara Terkait Wabah Virus Korona COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan apa yang beredar di Medsos bisa dipergunakan.

"Sehingga penggunaan herbal dan lainnya, dalam konteks peningkatan daya tahan tubuh, itu bagus," kata dia kala live lewat Instagram Kemenkes_id.
Dia melanjutkan, saat ini apa yang dilakukan di semua juga hampir sama, yakni dengan terapi untuk meingkatkan daya tahan tubuh. "Di Rumah Sakit itu juga hanya supporting terapi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Di China juga ada yang pakai herbal, jadi sama saja," tuturnya.
Menurutnya, yang diperlukan saat ini adalah dengan membuat masyarakat lebih aware dengan penyakit ini, sehingga tidak tertular virus Korona COVID-19. "Dengan dilaksanakannya konpres rutin, kami berharap dibantu melawan berita tidak benar," tutur dia.
Sekadar informasi, kedua pasien positif Covid-19 itu adalah ibu berusia 64 tahun dan putrinya berumur 31 tahun. Keduanya dinyatakan positif korona sejak 1 Maret lalu.
Selain kedua orang tersebut, RSPI Sulianti Saroso juga menerima empat pasien rujukan dari rumah sakit swasta dengan keluhan batuk, demam, hingga sakit tenggorokan. Keempatnya kemudian dirawat di ruang isolasi karena dikhawatirkan kena korona.
Kemudian pada Selasa 3 Maret 2020, ada tiga pasien lagi masuk ke RSPI Sulianti Saroso. Mereka juga dirawat di ruang isolasi. Sehingga, kini totalnya menjadi sembilan orang.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.