Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenkes Lebih Khawatirkan Psikologis Pasien Korona COVID-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 04 Maret 2020 |22:15 WIB
Kemenkes Lebih Khawatirkan Psikologis Pasien Korona COVID-19
Ilustrasi. (Shutterstock)
A
A
A

JURU Bicara Terkait Wabah Virus Korona COVID-19, Achmad Yurianto, mengabarkan kondisi terkini terkait dua pasien yang terinfeksi COVID-19. Kedua pasien tersebut sudah membaik setelah mendapatkan perawatan intensif dari tenaga medis.

Seperti diketahui, ibu berusia 64 tahun dan anak berumur 31 tahun dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso, setelah mengalami gejala batuk-batuk, disertai demam. Setelah diperiksa, kedua wanita itu langsung dinyatakan mengidap COVID-19.

korona

Penyebaran penyakit tersebut diduga dari close contact (kontak jarak dekat) dengan seorang warga Jepang di Amigos Caffe, Kemang, Jakarta Selatan.

“Kondisi kedua pasien masih batuk, tapi sudah tidak panas. Yang dikhawatirkan kondisi psikologisnya karena mereka tidak nyaman karena ini identitasnya sudah tersebar dan sudah masuk dalam pelanggaran prosedur,” terang dr. Yuri, saat sesi jumpa wartawan di gedung Kemenkes, Rabu (4/3/2020).

Terkait dengan 76 orang perawat yang disinyalir melakukan close contact dengan dua pasien positif COVID-19, Dokter Yuri mengatakan, semuanya dalam kondisi baik-baik saja. Pasalnya terdapat standar operasional prosedur (SOP) dari pihak rumah sakit yang akan membuat mereka aman.

“Petugas kesehatan harus diajarkan dengan risiko yakni penyakit. Makanya sudah diajarkan melindungi diri. Selama SOP dijalankan maka tidak akan terjadi masalah berarti. Kalau semua SOP dijalankan dengan benar maka tak perku khawatir,” tuntasnya. (dwk)

(Muhammad Saifullah )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement