Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antara Korona COVID-19 dengan Flu Spanyol, Yuk Kenali Bedanya

Pradita Ananda , Jurnalis-Rabu, 04 Maret 2020 |20:45 WIB
Antara Korona COVID-19 dengan Flu Spanyol, <i>Yuk</i> Kenali Bedanya
Ilustrasi. (Shutterstock)
A
A
A

KETAKUTAN akan penyebaran wabah virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang terjadi di banyak negara di dunia, membuat para peneliti membandingkan situasi wabah penyakit lain di masa lalu. Salah satunya adalah wabah influenza atau Spanish Flu.

Di tengah isu COVID-19, sejarawan dan pejabat kesehatan mengingat kembali keadaan darurat kesehatan global yang mematikan. Wabah Spanish Flu tersebut terjadi di 1918, yang menjadi tolak ukur untuk pandemi.

Upaya-upaya pengendalian yang dikembangkan setelah pandemi Spanish Flu tersebut, membentuk bagaimana dunia modern merespons tentang wabah virus. Termasuk isolasi, karantina, komunikasi tentang kebersihan pribadi, penggunaan desinfektan, dan pembatasan kerumunan publik.

Upaya pencegahan itu kembali diterapkan saat wabah COVID-19 terjadi sekarang. Dilansir Okezone dari Menshealth, Rabu (4/3/2020), berikut di bawah ini ulasan seputar Spanish Flu 1918 yang harus Anda ketahui. Yuk simak!

koorna

Kronologi awal

Wabah terjadi selama Perang Dunia I, dan laporan-laporan tentang penyakit ini sangat ditekan oleh negara-negara yang terlibat dalam perang. Mulai dari Amerika Serikat, Prancis, Austria, Jerman, dan Inggris. Posisi Spanyol kala itu sebagai negara netral.

Para ahli disebutkan telah menyarankan Asia Timur, Eropa, dan bahkan Kansas sebagai potensi asal dari Spanish Flu 1918.

Angka kematian Spanish Flu

Pandemik Spanish Flu ini diketahui menginfeksi lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia. Atau sekira 27 persen dari jumlah populasi dunia waktu itu. Angka kematian diestimasikan karena pandemik ini mencapai 40 hingga 50 juta orang.

Bedanya dengan angka kematian COVID-19

Wabah COVID-19 sejauh ini disebutkan telah menewaskan lebih dari 2.800 orang di seluruh dunia, dengan sebagian besar kasus terjadi di China. Catatan kasus yang sudah terkonfirmasi, sebanyak lebih dari 83.000 di lebih dari 60 titik lokasi, kecuali Antartika.

Penyebab

Wabah Spanish Flu disebabkan oleh virus H1N1 dengan gen asal dari burung. Untuk kasus pandemik serupa, ada tiga kasus pandemik lainnya yakni pandemik H2N2 tahun 1957, pandemik H3N2 tahun 1968, dan pandemik H1N1 2009 alias flu babi.

Untungnya, ketiga pandemik ini tidak terlalu tersebar luas dan tidak begitu mematikan dibandingkan pandemi Spanish Flu 1918.

Rate kematian

Rate atau tingkat kematian untuk kasus pandemik Spanish Flu 1918 dikatakan sangat tinggi, karena lebih dari 20 persen. Sementara jika melihat situasi teranyar tentang COVID-19 yang masih berkembang, perkiraan tingkat kematian saat ini di angka sekitar 2 persen atau lebih rendah.

(Dewi Kurniasari)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement