Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Bisa Hentikan COVID-19, Thermal Gun Hanya Beri Sugesti Rasa Aman

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Rabu, 04 Maret 2020 |22:33 WIB
Tak Bisa Hentikan COVID-19, <i>Thermal Gun</i> Hanya Beri Sugesti Rasa Aman
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

GUNA mencegah persebaran virus korona COVID-19, maka banyak bandara di dunia menggunakan termometer inframerah atau yang kerap disebut thermal gun. Tapi, apa benar termoeter tersebut ampuh mencegah virus korona?

Termometer inframerah dan kamera skrining termal bekerja dengan mengukur panas yang keluar dari seseorang. Jadi alat ini tidak akan menangkap semua orang yang terinfeksi COVID-19 karena ada beberapa orang yang terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala.

Direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular Universitas Minnesota, Michael Osterholm , mengatakan pemeriksaan suhu yang dilakukan pemerintah di perbatasan dapat memberikan rasa aman. Meski demikian, cara tersebut terbukti tidak efektif untuk menghentikan penyebaran virus korona COVID-19.

Meski demikian, cara tersebut terbukti tidak efektif untuk menghentikan penyebaran virus korona COVID-19.

“Sudah jelas bahwa dengan apa yang diberlakukan (pemeriksaan suhu), dengan kontrol perbatasan, membatasi perjalanan antar negara, pemeriksaan suhu tidak dapat menghentikan penyebaran virus (COVID-19),” terang Michael, sebagaimana dilansir dari Asia One, Rabu (4/3/2020).

Michael mengatakan, pemeriksaan suhu tersebut dilakukan hanya untuk menciptakan rasa aman kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang baru saja melakukan perjalanan antar-negara. Negara lain telah mengidentifikasi orang yang terinfeksi COVID-19 di pos pemeriksaan perjalanan.

“Rasa aman adalah segalanya, jika Anda melihat berapa banyak orang yang benar-benar telah diidentifikasi dan dialihkan oleh pemeriksaan suhu,” lanjutnya.

Seperti diketahui, kasus COVID-19 pertama di luar China bersumber dari seorang wanita berusia 61 tahun dari Wuhan yang melakukan perjalanan menuju Bangkok. Ia terdeteksi terinfeksi COVID-19 oleh pengawasan termal di Bandara Suvarnabhumi pada 13 Januari 2020.

Selain melakukan pengukuran suhu, tindakan lain yang dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 dengan melakukan penyemprotan desinfektan. Beberapa daerah di China melakukan antisipasi COVID-19 dengan menyemprotkan disinfektan kepada beberapa benda sebagai upaya penyebaran virus.

“Hal yang sama berlaku dengan desinfektan. Ada cuplikan televisi dan orang-orang di luar sana yang melakukan penyemprotan dan kami tidak memiliki bukti bahwa itu membuat perbedaan dalam kejadian penyakit,” tuntasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement