Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Virus Korona COVID-19 Tak Mungkin Sebabkan Flu Babi

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Minggu, 01 Maret 2020 |14:15 WIB
Virus Korona COVID-19 Tak Mungkin Sebabkan Flu Babi
Ilustrasi. (Shutterstock)
A
A
A

KEMENTERIAN Kesehatan memastikan bahwa pemeriksaan spesimen pasien dugaan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), hasilnya negatif. Hasil tes menunjukkan penyakitnya adalah flu babi.

Namun, banyak yang mengira ketika seseorang tubuhnya terinfeksi COVID-19, maka sistem imunitas seseorang akan rusak. Akibatnya, membuat penyakit lain lebih mudah masuk. Jadi, bisa dikatakan COVID-19 'tersembunyi' di balik flu babi yang dideritanya.

corona

Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menegaskan bahwa persepsi itu sangat keliru. Sebab, kedua jenis penyakit ini berbeda, lalu setiap virus punya reseptornya masing-masing.

"Virus akan spesifik dengan reseptornya. Nah, antara virus satu dengan virus lain reseptornya berbeda, enggak mungkin satu virus menempati satu reseptor yang lainnya," ungkap Yuri pada Okezone melalui sambungan telepon, Minggu (1/3/2020).

Reseptor itu, menurut Yuri, ada tempatnya masing-masing. Pada kasus pasien COVID-19 misalnya, reseptornya itu adalah saluran pernapasan.

"Jadi, enggak mungkin dia ada di telapak kaki," sambungnya.

Flu babi sendiri, terang Yuri, reseptornya ada di saluran pernapasan. Tapi, dapat ditegaskan sekali lagi, virus yang masuk ke dalam reseptor itu virusnya berbeda.

"Jenis virusnya berbeda, jadi, ya, enggak bisa COVID-19 malah menyebabkan flu babi," terangnya.

Yuri juga menegaskan bahwa masyarakat tidak diperbolehkan takut berlebih. Sebab, kondisi seperti ini memberi dampak yang luar biasa.

Misalnya viralnya masker yang terjadi belakangan ini. Penggunaan masker sendiri dapat mencegah seseorang dari bahaya penularan COVID-19.

Dari viralnya masker, beberapa waktu lalu polisi menggerebek perusahaan ilegal pembuat masker atau pabrik yang menjual masker bekas. Menurut Yuri, ini terjadi karena ketakutan berlebih di masyarakat.

"Ingat, kepanikan ini akan dimanfaatkan orang untuk mengambil keuntungan. Maka dari itu, kami terus mencegah agar masyarakat tidak sampai panik berlebih," tandasnya.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement