Seorang pasien terinfeksi virus korona di Amerika Serikat dikatakan membaik setelah rumah sakit memberikan obat Remdesivir. Fakta ini kemudian menuntut Gailed Sciences selaku produsen pembuat obat antivirus untuk memperbanyak obat.
Terlebih, China akan mengajukan hak paten terhadap Remdesivir terkait dengan pengobatan virus korona baru (2019-nCoV) ini. Hal tersebut semakin memperkuat desakan agar Gailed Sciences memperbanyak obat.
Menyikapi adanya permintaan memperbanyak obat, Gailed Sciences pun memberikan pernyataan resminya. Dilansir dari website resmi mereka, Gilead.com, Kepala Staf Medis Gilead Sciences Merdad Parsey, MD, PhD menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah bekerja sama dengan WHO untuk menanggapi wabah virus korona dengan mendukung eksperimental yang dilakukan rumah sakit di Amerika Serikat.
Bersama-sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC), Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (DHHS), CDC China dan Administrasi Produk Medis Nasional (NMPA), Badan Kesehatan Dunia (WHO), dan Institut Nasional AS untuk Penyakit Alergi dan Penyakit Menular (NIAID), beserta para peneliti dan dokter perorangan, Gailed berfokus pada kontribusi keahlian dan sumber daya antivirus untuk membantu pasien melawan virus korona baru ini.
Gailed menegaskan bahwa Remdesivir sampai sekarang sejatinya belum dilisensikan atau disetujui di mana pun secara global dan belum terbukti aman atau efektif untuk penggunaan apapun. Namun, atas permintaan dokter yang merawat pasien nCoV dan dukungan dari badan pengatur setempat, yang tentu sudah mempertimbangkan risiko dan manfaatnya, Gailed memastikan bahwa obat tersedia sangat cukup untuk pasien nCoV.
Lebih lanjut, Gilead juga telah bekerja dengan otoritas kesehatan China untuk membuat uji coba terkontrol secara acak untuk menentukan apakah Remdesivir dapat digunakan secara aman dan efektif untuk mengobati infeksi virus korona baru.
"Kami juga mempercepat pengujian laboratorium yang sesuai terhadap Remdesivir terhadap sampel 2019-nCoV (virus korona)," tulis Parsey.
Gailed menegaskan bahwa sampai saat ini pihaknya belum memiliki data antivirus ini menunjukan hasil yang efektif pada kasus virus korona baru. Namun, obat ini pernah dipakai untuk penyakit virus korona lainnya dan hasilnya cukup baik. Dengan dasar ini juga Gailed menyetujui adanya uji klinis di China.

Dalam kasus MERS dan SARS, Gailed menjelaskan bahwa Remdesivir digunakan pada aktivitas in vitro dan in vivo dalam model hewan terhadap patogen virus MERS dan SARS. Selain dua kasus itu, Remdesivir juga pernah menjadi bahan uji untuk kasus Ebola.
"Gilead berkomitmen untuk mendukung komunitas kesehatan global untuk secara cepat dan efektif menanggapi wabah virus serius yang mengancam jiwa masyarakat dunia," tutup Parsey.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.