Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Penumpang Kena Virus Korona, 1 Kapal Pesiar Berisi 5.000 Orang Dikarantina

Pradita Ananda , Jurnalis-Rabu, 05 Februari 2020 |22:43 WIB
   10 Penumpang Kena Virus Korona, 1 Kapal Pesiar Berisi 5.000 Orang Dikarantina
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PERSEBARAN virus Korona Wuhan (corona virus/2019-nCov) yang masif membuat pemerintah China harus mengarantina provinsi Hubei, agar virus tersebut tidak merebak keluar. Bukan cuma kawasan, sebuah kapal pesiar juga harus dikarantina karena adanya virus korona.

Sebagaimana diwarta Foxnews, Rabu (5/2/2020) setidaknya ada 10 orang penumpang kapal pesiar yang berlabuh di Jepang, telah positif terjangkit virus korona China.

Pernyataan resmi bahwa setidaknya ada 10 orang penumpang kapal pesiar yang berlabuh di Jepang telah dites positif, terkena virus korona China ini, telah dikeluarkan langsung pada Rabu 4 Februari 2020 malam oleh Princess Cruises. Menjadikan kasus yang terkonfirmasi terjadi di luar wilayah China semakin bertambah.

Sebanyak lebih dari 5.000 penumpang di dua kapal pesiar tersebut, akhirnya diinstruksikan untuk menjalani karantina. Sejumlah 2.666 tamu dan 1045 awak kapal sekarang sudah menjalani masa karantina lebih dari satu hari dan kemungkinan akan terus menjalani masa karantina setidaknya selama 14 hari, seperti persyaratan dari Kementerian Kesehatan Jepang.

ditambah tiga penumpang dari Hong Kong, dan satu orang awak kapal dari Filipina.

10 orang penumpang yang terinfeksi tersebut, satu orang berasal dari Amerika Serikat, dua orang dari Australia, tiga penumpang lainnya dari Jepang, ditambah tiga penumpang dari Hong Kong, dan satu orang awak kapal dari Filipina.

Pihak kapal pesiar Princess Cruises sendiri, telah mengeluarkan pernyataan bahwa saat ini semua tes kesehatan yang diberlakukan kepada para penumpang kapal dan semua awak kapal telah selesai dilakukan. Kesepuluh orang penumpang yang positif terjangkit juga sudah dibawa ke rumah sakit setempat.

“10 orang yang telah diberitahu ini, akan dibawa ke daratan dengan perahu Japanese Coast Guard dan diangkut ke rumah sakit setempat untuk dirawat oleh para petugas medis profesional Jepang,” bunyi pernyataan yang dirilis Princess Cruises.

Dari pernyataan pihak cruise line, penyebaran virus korona China yang terjadi di kapal pesiar Diamond Princess, dilaporkan berasal dari satu penumpang yang naik kapal di Yokohama pada 20 Januari dan turun di Hong Kong pada 25 Januari 2020 lalu.

Pihak kapal pesiar Princess Cruises mengatakan penumpang tersebut tidak mengunjungi pusat medis kapal untuk melaporkan gejala atau penyakit apa pun.

Akhirnya pada Senin lalu, sesi screening kepada para penumpang pun mulai dilakukan dan kapal Diamond Princess ditempatkan di karantina pada keesokan harinya.

tidak mengunjungi pusat medis kapal untuk melaporkan gejala atau penyakit apa pun.

"Princess Cruises telah mengonfirmasi pergantian Diamond Princess telah ditunda selama sekitar 24 jam untuk memungkinkan kesempatan pada otoritas kesehatan masyarakat Jepang untuk meninjau status kesehatan semua tamu penumpang dan kru di atas kapal," bunyi pernyataan Princess Cruises sebelumnya.

Kapal Diamond Princess sendiri diketahui adalah bagian dari jalur Princess Cruises, yang dimiliki oleh British-American Carnival Corporation.

Sesuai dengan pernyataan pihak Princess Cruises yang dikeluarkan pada Rabu 4 Februari 2020, para penumpang yang menjalani masa karantina tetap akan diberikan fasilitas sambungan internet dan telepon secara cuma-cuma, agar bisa dipergunakan untuk menghubungi keluarga.

"Para tamu akan terus diberikan internet dan telepon gratis untuk digunakan agar tetap berhubungan dengan keluarga dan orang-orang terkasih mereka. Para kru kapal juga bekerja untuk membuat semua tamu, penumpang kapal merasa nyaman," keterangan dari Princess Cruises.

Sementara itu, Hong Kong mengumumkan sedang menguji sekitar 1.800 penumpang dari kapal pesiar terpisah yang datang dari Wuhan setelah beberapa orang melaporkan mengalami demam dan gejala lainnya.

Sekitar 90persen penumpang yang ada di kapal pesiar World Dream berasal dari Hong Kong. Tiga orang dari daratan China dilaporkan tertular virus korona ini, menurut laporan Reuters setelah berada di kapal antara tanggal 19 dan 24 Januari. Akhirnya kapal ditolak masuk ke Taiwan pada hari Selasa dan membuat tidak jelas berapa lama penumpang akan berada di kapal.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement