MEREBAKNYA wabah virus Korona dari Wuhan, Tiongkok, membuat pemerintah melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) siaga ketat. Pengawasan penumpang di seluruh pelabuhan maupun bandara di Indonesia diperketat.
Pekan ini pemerintah Tiongkok telah mengumumkan korban tambahan yang jumlah mencapai 17 orang. Tiga dari 17 pasien itu dinyatakan positif pneumonia akibat virus Korona, dengan kondisi cukup parah.
Total korban serangan virus Korona, saat ini digadang-gadang telah mencapai lebih dari 62 orang. Dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono mengatakan, pemerintah telah mengatur langkah untuk antisipasi penyebaran virus Korona. Sebab sebelum 31 Desember 2020, WHO mengeluarkan imbauan tentang kejadian pneumonia akut di Wuhan yang cukup meresahkan.
"Kita sikapi secara internal dan dilaporkan waktu itu mulai 41 sampai 59 korban ada yang dirawat dan meninggal dunia. Meski yang meninggal dunia sudah tua dan ada kankernya," kata Anung di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).
Kepala KKP Kelas I Soekarno Hatta, Anas Ma'ruf menambahkan, untuk mencegah penyebaran virus corona, pemerintah telah melakukan sejumlah upaya pencegahan. Salah satunya meningkatkan kewaspadaan kepada para pengunjung yang masuk dari Tiongkok.
"Imlek ini adalah tantangan yang harus kita hadapi. Lalu lintas pengunjung Tiongkok memang sedang meningkat," terang Anas Ma'ruf.
Anas melanjutkan, pintu masuk menuju Indonesia dari bandara maupun pelabuhan diperketat. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi pemerintah, tetap tidak ada halangan.
"Walau ada tantangan, KKP sedang meningkatkan pengawasan di pintu masuk negara kita," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.