Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengalaman Mistis Anak Indigo di Malam 1 Suro

Tiara Putri , Jurnalis-Kamis, 29 Agustus 2019 |21:00 WIB
Pengalaman Mistis Anak Indigo di Malam 1 Suro
Ilustrasi benda pusaka (Foto : Wordpress)
A
A
A

Berdasarkan penanggalan Hijriah, 1 September mendatang adalah Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H. Selain itu menurut kalender Jawa, pada tanggal yang sama juga bertepatan dengan hari pertama bulan Suro. Biasanya di malam 1 suro, masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat akan melakukan sejumlah tradisi seperti membersihkan diri dan menjamas benda pusaka.

Hingga kini pun masih banyak masyarakat Jawa yang melakukan tradisi malam 1 suro. Salah satunya adalah anak indigo, Nano Kyuby. Berasal dari Surabaya, Jawa Timur.

Keris suci

(Foto Ilustrasi : Wordpress)

Dia mengaku menjalani tradisi menjamas benda pusaka lantaran memiliki godong suruh. Benda pusaka itu berbentuk seperti tombak, bagian atasnya mirip dengan daun sirih.

Dalam menjalankan tradisi itu, Nano pernah mengalami kejadian mistis, tepatnya empat tahun silam. Kejadian bermula karena ia lalai menjamas benda pusakanya di malam 1 suro. Pada saat itu, dirinya tengah berada di luar kota. "Kelalaian itu membuat keluarga saya diteror suara-suara aneh. Benda pusaka itu 'kan saya taruh di dalam peti kayu berukiran aksara Jawa, karena tidak dijamas, ada suara seperti ketukan," ujar Nano melalui pesan singkat saat dihubungi Okezone, Kamis (29/8/2019).

Anggota keluarganya yang berada di rumah sempat bingung dengan asal suara. Sebab setiap terdengar 3 kali ketukan, suara akan hilang dan baru muncul satu jam kemudian. Kejadian tersebut terus berulang hingga suaranya semakin kencang. Tak hanya suara aneh, suasana rumah juga menjadi panas.

"Padahal sudah pakai kipas angin dan pintu sudah dibuka. Seisi rumah juga jadinya mudah emosi," imbuh Nano.

benda pusaka

Tepat pukul 12 malam, suara ketukan dari peti kayu mengagetkan anak Nano dan membuatnya melapor ke sang nenek. Ibunda Nano yang paham jika sang anak menyimpan benda pusaka di dalam peti akhirnya menelepon dan menceritakan kondisi rumah. "Saat di telepon itu saya baru ingat itu malam suro, waktunya menjamas," imbuh Nano.

Sayangnya ia tidak bisa langsung pulang dari luar kota untuk menjamas benda pusaka. Nano baru bisa tiba tiga hari kemudian. Selama tiga hari itu, beberapa kali terjadi peristiwa mistis. Anaknya sempat melihat penampakan sosok nenek-nenek yang mengenakan konde dan anting berwarna hitam dekat peti penyimpanan benda kotak pusaka. Wajah nenek yang memakai baju hitam itu terlihat cemberut.

"Anak saya lari, nangis ketakutan dan mengadu pada ibu saya. Lalu pada malam keesokan harinya, ada tetangga datang ke rumah untuk ngobrol-ngobrol dengan ibu dan enggak lama kesurupan," ucap Nano.

Saat kesurupan, tetangga tersebut matanya melotot tetapi tubuhnya kaku dan tidak bisa bergerak selama 15 menit. Bahkan dirinya sempat pingsan Setelah sadarkan diri, tetangga tersebut mengatakan melihat penampakan sosok tinggi besar berwarna hitam.

"Besoknya saya baru pulang ke Surabaya, langsung belikan perlengkapan untuk menjamas pusaka di sungai daerah Pantai Keceran, dekat suramadu. Setelah komunikasi, ternyata yang ada di benda pusaka saya marah karena tidak dijamas. Sebab harusnya tempat mereka dibersihkan," pungkas Nano.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement