Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Bentuk Kekerasan dalam Pacaran

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Minggu, 07 Juli 2019 |15:49 WIB
Waspada Bentuk Kekerasan dalam Pacaran
Kekerasan Pasangan (Foto: Pixabay)
A
A
A

MEMILIKI kekasih tentu menjadi keinginan semua orang. Anda tidak akan merasa kesepian dan memiliki pendamping ketika hendak bepergian. Tentunya hal ini akan sangat menyenangkan, apabila bisa membawa sang kekasih hingga menuju pelaminan.

Namun, tidak sedikit orang yang justru memanfaatkan hubungan pacaran mereka ke arah yang tidak baik. Ya, kekerasan dalam pacaran atau yang disebut dengan dating violence adalah tindak kekerasan terhadap pasangan yang belum terikat pernikahan meliputi kekerasan fisik, emosional, ekonomi dan pembatasan aktivitas.

Tingginya angka kekerasan saat pacaran ini menjadi perhatian masyarakat luas, apalagi angka kekerasan dalam hubungan pacaran yang biasanya mengerucut kepada perempuan. Hal ini tentunya cukup mengkhawatirkan belakangan. Menurut Simfoni PPA Tahun 2016 menyebutkan bahwa dari 10.847 pelaku kekerasan sebanyak 2.090 pelaku kekerasan adalah pacar/teman.

Meski demikian, tidak semua orang mengetahui bentuk-bentuk kekerasan dalam hubungan pacaran. Tentunya dengan edukasi yang baik, diharapkan masyarakat bisa lebih memahami dan segera melaporkan hal tersebut ke pihak yang berwajib apabila menemukan kasus kekerasan dalam berpacaran.

Merangkum dari lama resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA), Okezone akan membagikan bentuk-bentuk kekerasan dalam pacaran. Berikut ulasannya.

Gaya Pacaran Milenial

1.Kekerasan fisik seperti memukul, menampar, menendang, mendorong, mencekram dengan keras pada tubuh pasangan dan serangkaian tindakan fisik yang lain.

2.Kekerasan emosional atau psikologis seperti mengancam, memanggil dengan sebutan yang mempermalukan pasangan menjelek-jelekan dan lainnya

3.Kekerasan ekonomi seperti meminta pasangan untuk mencukupi segala keperluan hidupnya seperti memanfaatkan atau menguras harta pasangan.

4.Kekerasan seksual seperti memeluk, mencium, meraba hingga memaksa untuk melakukan hubungan seksual dibawah ancaman.

5.Kekerasan pembatasan aktivitas oleh pasangan banyak menghantui perempuan dalam berpacaran, seperti pasangan terlalu posesif, terlalu mengekang, sering menaruh curiga, selalu mengatur apapun yang dilakukan, hingga mudah marah dan suka mengancam.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement