Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Ritual Kematian Hewan Ini Sungguh Menyayat Hati

Willi Zera Kertangi , Jurnalis-Selasa, 02 Juli 2019 |17:44 WIB
4 Ritual Kematian Hewan Ini Sungguh Menyayat Hati
Ilustrasi. Anjing yang bersedih karena ditinggal pasangannya
A
A
A

ADA banyak penelitian dan pengamatan menunjukkan bahwa seekor binatang berduka atas kematian anggota keluarga atau kawanannya. Mereka bahkan memiliki ritual kematian sendiri.

Penelitian awal telah mengklaim bahwa monyet dan gajah adalah hewan yang paling sedih akibat kematian pasangannya. Tetapi penelitian lain telah menunjukkan bahwa ritual kematian telah terlihat pada berbagai spesies hewan di seluruh dunia.

Hal unik yang ditemukan selama penelitian ini adalah bahwa sebagian besar makhluk tidak hanya berkabung, tetapi mereka juga melakukan ritual kematian hewan yang akan membantu mereka mengatasi kehilangan teman atau keturunan.

Simpanse


Simpanse berduka atas kematian anak mereka selama berminggu-minggu. Simpanse memiliki karakteristik yang sama dengan gorila. Ketika seorang anggota kelompok tewas, terlihat bahwa keluarga simpanse berkumpul dalam lingkaran di sekitar mayat simpanse.

Mereka terlihat berteriak, mengendus dan menyentuh tubuh orang mati. Mereka juga memindahkan anggota badan ke berbagai posisi untuk memeriksa tanda-tanda kehidupan. Ibu simpanse terlihat menggendong bayi selama berminggu-minggu dan dalam beberapa kasus, mereka membawa bangkai selama berbulan-bulan.

Anjing


Anjing menangis ketika ditinggalkan teman atau pasangannya dan melindungi tubuhnya. Ritual kematian anjing cukup menyedihkan untuk disaksikan karena mereka adalah makhluk yang sangat emosional. Ketika seekor anjing berduka karena kehilangan anggota keluarganya, mereka sering merengek dan tubuhnya meringkuk. Mereka akan di sekitar mayat selama berjam-jam dan mereka juga melindunginya.

Kuda

Kuda akan sangat berduka ketika melihat kuda lainnya mati, beberapa teman mereka berduka dengan berdiri diam di sekitar mayat. Mereka terlihat menjaganya dengan menurunkan kepalanya dan mata terpaku kepada mayat tersebut.

Ciri unik lain yang terlihat adalah ketika kuda-kuda berlarian, mereka meringkik dan memanggil teman mereka yang sudah mati. Kuda menjadi depresi atas kematian pasangan kawanan, pemilik kuda membiarkan kawanan mereka melalui proses berduka dengan membiarkan mereka memeriksa mayat pasangan mereka yang hilang sebelum dikuburkan. 

Lumba-lumba

Lumba-lumba mencoba bangunkan anggota kelompoknya yang mati. Ketika lumba-lumba mati, seluruh anggota kelompok terlihat menjadi sangat emosional. Terlihat bahwa mereka mencoba untuk menyodok anggota kelompoknya yang telah mati dengan lembut menggunakan moncong mereka sementara beberapa yang lain memeriksa tubuhnya dan secara agresif melindungi mayat itu terhadap pemangsa lain.

(Muhammad Saifullah )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement