Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Manfaat Makan Jengkol untuk Kesehatan, Tapi Jangan Kebanyakan!

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Jum'at, 08 Maret 2019 |10:21 WIB
   3 Manfaat Makan Jengkol untuk Kesehatan, Tapi Jangan Kebanyakan!
Ilustrasi Jengkol. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JANGAN menilai jengkol hanya dari baunya saja. Memang sih, tidak sedikit orang yang menghindari jengkol karena baunya yang kurang sedap. Tapi, coba pikir dua kali untuk menolak makan jengkol, sebab jengkol ternyata memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Lalu apa saja manfaat jengkol bagi tubuh?

Sebenarnya, jika jengkol dimasak dengan baik, baunya yang kurang sedap itu akan berkurang. Selain itu, proses pemasakan yang benar membuat makanan ini memiliki rasa yang cukup lezat dan tekstur yang legit, yang bisa menggugah selera Anda.

Tak hanya bisa memuaskan nafsu makan Anda, jengkol juga memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan, yaitu:

Baca Juga: Jokowi Beri Putri Denada Buah Naga Kuning, Harganya Fantastis!

1. Jengkol mengandung antioksidan tinggi, baik untuk mencegah berbagai penyakit kronis

Percaya tidak kalau mencegah pertumbuhan kanker adalah salah satu manfaat jengkol? Ya, jengkol mengandung ternyata mengandung banyak antioksidan yang bisa Anda jadikan senjata untuk melawan radikal bebas di dalam tubuh. Jenis antioksidan yang dimiliki jengkol adalah polifenol, flavoniod, terpenoid, dan alkaloid.

Zat-zat antioksidan tersebut memiliki kemampuan untuk menjaga tubuh dari efek samping radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes, dan gangguan metabolik lain.

2. Jengkol mampu mencegah penyakit diabetes

Meskipun masih sedikit penelitian yang membuktikan manfaat jengkol, namun salah satu percobaan yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa jengkol mampu menurunkan kadar gula darah setelah makan.

Jika dilakukan penelitian lebih lanjut, bukan tidak mungkin para ahli dapat membuktikan jengkol baik untuk mencegah penyakit diabetes dan mengendalikan gula darah pada penderita diabetes. Sebab, dalam penelitian yang dilakukan pada tikus tersebut, peneliti mengaku melihat kelompok tikus yang mengonsumsi jengkol memiliki kelenjar langerhans yang lebih aktif. Kelenjar langerhans ini bertanggung jawab dalam menghasilkan hormon insulin dan berbagai hormon yang mengatur gula darah di dalam tubuh.

Baca Juga: 6 Daftar Turis Terburuk di Dunia, Nomor 1 Tidak Heran

3. Makan jengkol membuat Anda terhindar dari sakit maag

Percobaan yang dilakukan pada tikus menunjukkan jika tikus yang makan jengkol cenderung terlindung dan terhindar dari gangguan pencernaan, seperti sakit maag. Kelompok tikus yang mengonsumsi jengkol mengalami peningkatan enzim superoxide dismutase (SOD), yaitu enzim yang berperan penting dalam melindungi dinding lambung dari luka akibat asam lambung.

Tapi awas, jangan terlalu sering makan jengkol!

Jengkol juga terbukti mengandung beberapa zat yang bisa membahayakan kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak. Dalam beberapa penelitian, jengkol memiliki kandungan nitrogen yang cukup tinggi, yang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal dan masalah pada sistem perkemihan.

Jika Anda gemar makan jengkol, maka Anda harus hati-hati sebab Anda dapat mengalami keracunan akibat makanan kegemaran Anda tersebut. Meskipun dinyatakan dalam sebuah penelitian jika keracunan jengkol adalah peristiwa yang langka, namun kondisi ini dapat membuat seseorang mengalami gagal ginjal.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement