PERNAHKAH Anda mencium bau yang tidak dicium oleh orang lain? Bila iya, bisa jadi Anda mengalami phantosmia yaitu istilah medis ketika seseorang mencium bau secara halusinasi. Biasanya bau yang dicium beraroma busuk seperti kotoran, asap, atau bahan kimia. Kondisi ini dapat dipicu oleh suara keras atau perubahan aliran udara yang memasuki lubang hidung.
Saat mengalami phantosmia, indera penciuman akan memengaruhi indra pengecap. Dengan begitu rasa makanan menjadi tidak jelas. Phantosmia dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Bahkan dalam kasus yang ekstrem dapat memicu pikiran untuk bunuh diri.
Melansir Independent, Selasa (9/10/2018), orang dengan phantosmia sering melaporkan kondisi terkait parosmia. Kondisi ini membuat aroma dirasakan sebagai sesuatu yang sangat berbeda. Sebagai contoh, bau mawar yang dianggap seperti bau kayu manis.
(Baca Juga:Pamer Perut Buncit Dibalut Gaun Nude, Raisa Bikin Netizen Jatuh Hati)
Phantosmia dan parosmia dikenal sebagai gangguan penciuman kualitatif karena bau yang dirasakan kualitasnya telah berubah. Tapi tidak menutup kemungkinan gangguan ini menjadi kuantitatif seperti anosmia (kehilangan indra penciuman) dan hiperosmia (penciuman yang meningkat ke tingkat abnormal). Kondisi kuantitatif dapat diukur dengan menggunakan uji obyektif. Namun tetap saja kondisi ini jarang dialami seseorang.

(Foto: Shutterstock)
Gangguan pada indera penciuman ini biasanya terjadi di usia 15-30 tahun dengan persentase perempuan lebih mungkin mengalaminya. Orang-orang dengan kondisi depresi, migrain, epilepsi, dan skizofrenia juga memiliki kemungkinan yang lebih besar. Phantosmia bisanya memengaruhi 0,8-25% indra penciuman.
(Baca Juga:Ringau, Ikan Pembawa Berkah Warga Kubu Raya yang Sedang Hits)
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab phantosmia. Namun dugaan kuatnya karena area otak pusat, termasuk yang mengendalikan emosi, atau area perifer lebih terkait dengan fungsi bau, mengalami masalah. Beberapa orang mengatakan pemberian saline tetes ke hidung dapat meringankan gejala phantosmia. Obat-obatan neurologis lain seperti antidepresan dan obat anti-epilepsi juga dapat membantu
Dalam situasi yang ekstrem, beberapa pasien memiliki bulbus penciuman yang mengganggu. Kondisi ini baru bisa dideteksi setelah dilakukan konsultasi medis. Untuk mengatasinya terkadang dibutuhkan pembedahan. Sayang cara ini cukup berisiko karena dapat menghilangkan kemampuan mencium bau secara permanen.
Tapi tenang, phantosmia dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan. Satu hal yang penting, Anda harus waspada dengan gejalanya. Jika Anda mulai mencium bau yang tidak dicium orang lain, cobalah berkonsultasi dengan dokter Anda.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.