MALANG - Tak seperti kota-kota lain di daerah Jawa Timur, Kota Lawang di Kabupaten Malang adalah satu-satunya kawasan yang tidak tidur. Selama 24 jam, orang masih ramai melintas dan denyut perekonomian tetap hidup. Alasannya, Lawang berada di jalur utama penghubung Surabaya ke Kota Malang dan Kota Batu.
"Yang paling khas dari Lawang ini, kehidupan kotanya 24 jam. Mau cari makanan jam 1 pagi juga masih ada, masih ramai," kata Bupati Malang, Rendra Kresna di sela-sela Festival Lawang Kota Tua di Pujasera Lawang.
Kondisi tersebut diyakini menjadikan Lawang tempat wisata yang banyak diminati wisatawan. Lawang sendiri selama ini dikenal sebagai kota tua dengan jumlah bangunan-peninggalan kolonial Belanda mencapai 300-an unit, yang beberapa di antaranya masih terawat.

"Bukan itu saja yang membuat Lawang dinamakan kota tua. Sejak zaman Kerajaan Singosari, Lawang ini sudah ada. Pameling, Kali Surak adalah bukti-bukti dalam sejarah bahwa nama itu Lawang sudah ada. Memang kota tua ya di sini," terangnya.
Dia pun berharap Festival Lawang Kota Tua yang berlangsung dari 27 sampai 29 September nanti, dapat menarik jumlah wisatawan lebih banyak ke Malang. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat mendapat untung dari Festival Lawang Kota Tua ini.
"Yang tidak kalah penting, bagaimana keramaian dalam festival ini menciptakan ekonomi kreatif. Masyarakat menghasilkan kreasi dan dengan kreasinya itu menghasilan manfaat, utamanya yang menyangkut pendapatan," tambah Rendra.
Festival Lawang Kota Tua baru pertama kali digelar dan termasuk dalam 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata. Rendra mengaku akan melakukan evaluasi setelah acara ini berlangsung, agar kegiatan serupa tahun depan bisa lebih baik.
"Ini kan baru pertama kali, tentunya akan ada evaluasi sehingga tahun depan jadi lebih baik. Baik acaranya, kunjungannya maupun hasilnya," pungkas Rendra.
Festival Lawang Kota Tua dimeriahkan dengan pertunjukan budaya, kesenian tradisional, jajanan kuliner tempo dulu dan masa kini, beragam produk UKM dan industri kreatif, serta sejumlah perlombaan yang juta berbau budaya dan kesenian tradisional.

Asisten Deputi Kementerian Pariwisata Raseno Arya, mengapresiasi konsep Festival Lawang Kota Tua, karena mengedepankan unsur budaya, kesenian, dan kuliner tradisional. Apalagi, pelajar mulai dari tingkat TK hingga SMA dilibatkan dalam kegiatan tersebut sebagai peserta lomba tari tradisional bapang.
Mengenai Lawang yang hidup selama 24 jam, Raseno meminta pemda untuk memanfaatkan hal itu sebagai kelebihan untuk menggaet wisata. Selain itu, keamanan di Lawang juga harus diperhatikan agar memberi kenyamanan bagi wisatawan.
(Hessy Trishandiani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.