PERNAHKAH kamu membayangkan bagaimana kondisi kehidupan tanpa adanya hubungan seksual? Tentu tidak akan sama dengan kehidupan yang dipenuhi aktivitas seksualnya, salah satunya yang paling terasa ialah rentan terkena stres atau tekanan batin.
Tanpa disadari hubungan seksual menjadi salah satu kebutuhan psikologis yang penting bagi setiap manusia. Sebuah fakta bahkan mengungkap, rata-rata seseorang melakukan hubungan seksual jumlah totalnya sekira 5.778 kali sebelum mereka menutup mata selamanya.
Terlepas jumlah itu banyak atau sedikit, tetapi satu hal yang pasti ada dua kemungkinannya, yaitu dilakukan dengan terpaksa atau memang karena ingin dan bahagia setelahnya. Namun, jika hidup tanpa hubungan seksual, maka hidup terasa hampa, dan beberapa hal berikut akan terjadi, dilansir Okezone dari laman Mirror, Kamis (27/9/2018).
Baca Juga: Legging Seharga Rp588 Ribu Ini Buat Ribuan Orang Tertipu, Minat?
Hilang libido
Ketika datang dorongan untuk berhubungan seksual, kamu punya pilihan, melampiaskannya atau membiarkannya berlalu begitu saja. Namun, menurut Sari Cooper LCSW, seorang terapis seks mengatakan menahan diri dari seks malah bisa membuat nafsu menjadi lebih lamban, dan berkurang vitalitas.
Dinding vagina melemah
Hal ini terutama berlaku untuk perempuan yang memasuki masa menopause. Sari menjelaskan, tidak berhubungan seksual saat usia semakin bertambah dinding vagina akan menipis dan dapat menyebabkan seks menjadi menyakitkan nantinya. Maka, saat usia bertambah dan menuju masa menopause, American Menopause Society merekomendasikan untuk melakukan seks penetrasi secara teratur untuk membantu kesehatan bagian selama menopause.

Kehilangan pelumas vagina alami
Ketika seorang perempuan menjadi lebih tua, dia juga akan kehilangan pelumas vagina alaminya secara bertahap, hal ini terjadi karena dinding vagina menipis, dan kekurangan hormone estrogen.
“Perempuan berusia 20 atau 30 tahun memiliki lebih banyak estrogen, yang bisa membuat vagina sehat, elastis, dan dilumasi meskipun tidak berhubungan seksual,” jelas Dr. Lauren Streicher.
Nyeri mens makin buruk
Berhubungan seksual selama masa menstruasi ternyata dapat mengurangi kram perut akibat mens.
“Rahim adalah otot dan banyak perempuan yang mengalami kontraksi uterus ketika mereka orgasme, yang akan menyebabkan darah keluar lebih cepat, dan bahkan mengurangi kram mens,” jelas Dr. Streicher.
Baca Juga: Viral, Video Wanita Muda di China Perintahkan sang Ibu Bersihkan Kaki yang Kotor
Lebih mudah terkena disfungsi ereksi
Sebuah penelitian menemukan pria yang berhenti atau tidak melakukan hubungan seksial akan lebih mudah terkena disfungsi ereksi. Kasus ini lebih banyak terjadi pada pria yang berusia lanjut.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.