Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Para Ahli Mulai Kembangkan Teknologi "Supermarket Berjalan"

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Senin, 12 Februari 2018 |02:15 WIB
Para Ahli Mulai Kembangkan Teknologi
Supermarket berjalan (Foto:Foodbeast)
A
A
A

 

MELAKUKAN berbagai hal tanpa perlu repot-repot mengeluarkan tenaga, seperti mengantre ketika membeli bahan makanan di supermarket tentu menjadi impian bagi semua orang. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, salah satu perusahaan e-commerce ternama di dunia mulai berinovasi menciptakan fitur-fitur terbaru yang membuat kegiatan berbelanja menjadi serba praktis dan cepat.

Setelah kemunculan Amazon Go, dunia kembali dikejutkan oleh sebuah terobosan baru yang dikeluarkan oleh perusahaan berbasis teknologi yang dikenal dengan nama Robomart. Konsep yang mereka usung sekilas memang terbilang canggih dan revolusioner. Mereka memanfaatkan teknologi robot untuk menjual berbagai produk makanan langsung ke rumah konsumen.

 BACA JUGA:

Suguhan Khas Imlek Berbagai Hotel Bintang 5 di Jakarta

Sederhananya, Anda hanya perlu mengunduh aplikasi khusus untuk memanggil sebuah “mobil tanpa supir” yang telah diisi oleh berbagai jenis bahan makanan segar dan kemasan. Mobil berdesain futuristic ini rencananya akan disebar ke beberapa retail dan supermarket, agar konsumen mendapat jangkauan yang lebih luas dan tentunya lebih mudah diakses.

Setelah memilih bahan makanan apa saja yang akan dibeli konsumen, mobil tersebut secara otomatis akan mengeluarkan tagihan yang harus Anda bayar, lalu akan kembali ke toko semula untuk mengisi ulang tenaga.

Teknologi mobil yang tampak seperti “supermarket berjalan” ini sebetulnya dibuat untuk memberikan tingkat kenyamanan terbaik kepada para konsumen, serta mengimbangi fitur pembelian bahan makanan yang ditawarkan Amazon Go dan Amazon-Whole Foods.

Meski kecepatan Robomart terbilang lamban yakni, sekitar 40 km per jam, namun ia dapat menjangkau tempat yang letaknya berada 130 km dari lokasi mobil tersebut berasal. Terlepas dari kekurangannya itu, sebagian orang menganggap bahwa robomart bisa menjadi solusi ideal untuk memerangi isu kelparan yang kerap melanda daerah-daerah terpencil.

 BACA JUGA:

Jual Pizza Ada Kotoran Tikus, Restoran Ini Ditutup Petugas Kesehatan

Jangan senang dulu, seperti perusahaan start up lainnya, tantangan utama yang harus dihadapi Robomart adalah mendapatkan izin beroperasi dari pemerintah setempat, khususnya yang berada di kawasan California. Hal ini sangat diperlukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan selama proses pengiriman berlangsung.

Tidak hanya itu, jika pihak perusahaan ingin menyebarkan teknologi canggih tersebut hingga ke berbagai negara, mereka juga membutuhkan izin khusus terutama menyangkut pengadaan mobil tanpa supir. Pasalnya, kontroversi seputar teknologi baru ini masih sering diperdebatkan, dan kemungkinan Robomart tidak akan beroperasi dalam waktu dekat. Demikian dilansir dari Food Beast, Senin (12/2/2018).

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement