Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jennifer Dunn Jalani Pemeriksaan Rambut, Apa Gunanya Tes Tersebut?

Tiara Putri , Jurnalis-Kamis, 04 Januari 2018 |13:36 WIB
Jennifer Dunn Jalani Pemeriksaan Rambut, Apa Gunanya Tes Tersebut?
Ilustrasi tes rambut (Foto: Herb)
A
A
A

ARTIS Jennifer Dunn kembali ditangkap karena terbukti menyalahgunakan obat-obat terlarang. Melalui tes urine, ia diketahui positif menggunakan sabu atau metamfetamin. Ternyata langkah pemeriksaan dari pihak kepolisian tak hanya sampai di situ. Jedun, sapaan akrabnya menjalani tes rambut untuk melihat berapa lama ia telah menggunakan obat tersebut.

Lantas, bagaimana kegunaan tes rambut tersebut? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (4/1/2018), tes rambut merupakan cara yang efektif untuk melihat sejarah pemakaian obat pada seseorang. Tes ini dapat mendeteksi hingga 90 hari terakhir.

Sekadar informasi, zat yang terkandung di dalam obat dan masuk ke tubuh akan beredar di aliran tubuh. Lewat aliran itulah zat akan memberi nutrisi kepada folikel rambut untuk tumbuh. Otomatis zat masuk pula ke helai rambut.

BACA JUGA:

Bahaya Jenis Narkoba seperti yang Dikonsumsi Jennifer Dunn

5 Jenis Celana Jeans yang Diprediksi Bakal Jadi Tren di 2018

Tes rambut banyak digunakan untuk mendeteksi penggunaan lima kelas obat yang sering disalah gunakan. Lima kelas tersebut yaitu kokain (kokain dan benzoylecgonine), marijuana, opiat (morfin codeine, morfin, dan 6-Monacteyl), serta metamfetamin (metamfetamin atau amfetamin, dan ekstasi). Maka tak heran bila Jedun menjalankan tes rambut karena ia menggunakan salah satu obat dalam kelas tersebut.

Pemilihan rambut untuk tes tidak bisa sembarangan. Sebelum dites akan dilihat dulu warna, ketebalan, dan pigmen dari berbagai jenis rambut yang ada. Kemudian barulah menentukan panjang rambut yang hendak digunakan.

Rambut paling tidak berukuran 3,9 cm atau 1,5 inci. Alasannya karena setiap bulan rambut manusia tumbuh sepanjang 0,5 inci. Untuk melihat lama penggunaan otomatis panjang rambut minimal dikali waktu. Syarat lainnya adalah bagian rambut yang digunakan untuk tes adalah yang dekat dengan akar rambut. Biasanya jumlah rambut yang diambil sebanyak 50 hinga 70 helai.

Namun bagaimana jika orang yang hendak dites tidak memiliki rambut alias botak? Jangan khawatir, masih ada rambut di bagian tubuh lain yang bisa digunakan. Rambut yang tumbuh di ketiak, kaki, dada, dan bahkan jenggot dapat berperan sebagai pengganti. Tapi ingat, rambut di bagian tubuh lainnya tidak bisa digunakan.

BACA JUGA:

386.000 Bayi Lahir saat Tahun Baru 2018, Indonesia Peringkat 5 Besar

Bagai Pinang Dibelah Dua, Hijabers Asal Mesir Ini Mirip Penyanyi Dunia

Cara pengujiannya adalah rambut tersebut akan dibawa ke laboratorium. Nantinya rambut dimasukkan ke sebuah hingga meleleh. Kemudian dari situ dapat diukur molekul obat yang tertanam di batang rambut. Jika sampel tes positif untuk obat-obatan, selanjutnya dilakukan uji konfirmasi kedua menggunakan kromatografi gas/spektrometri massa (GC / MS) untuk menghindari kesalahan.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement