Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tingkat Kesadaran Masyarakat Konsumsi Makanan Tidak Berformalin Masih Rendah

Dewi Kania , Jurnalis-Kamis, 23 November 2017 |18:19 WIB
Tingkat Kesadaran Masyarakat Konsumsi Makanan Tidak Berformalin Masih Rendah
Bahaya makanan berformalin (Foto:Dewi/Okezone)
A
A
A

INDONESIA masih terancam dengan bahan pangan yang tidak aman dikonsumsi. Pemerintah tegas mengendalikan masalah tersebut agar tidak mengancam kesehatan.

Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak kita jumpai makanan tidak sehat. Rata-rata mengandung zat pengawet dan pewarna yang bahaya dikonsumsi.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, masyarakat harus sadar pangan mulai dari sendiri. Setelah itu, baru disebarkan ke orang terdekat supaya, bisa menjalankan gerakan masyarakat hidup sehat bersama-sama.

BACA JUGA:

Memilih Makanan yang Aman untuk Dikonsumsi Penting bagi Kesehatan Ginjal!

"Sayangnya, masyarakat tingkat kesadaran masih rendah. Makanya, saya imbau masyarakat supaya bisa menilai makanan yang dikonsumsi harus Sehat," ujarnya saat Pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan (Germas Sapa) di TMII, Jakarta Timur, Kamis (23/11/2017).

Masyarakat harus mendapatkan edukasi khusus dan mengenali beragam pangan yang aman. Sejak lama, Indonesia terancam dengan ragam makanan yang mengandung zat kimia, seperti formalin, boraks, pewarna tekstil, dan sebagainya.

 

Makanan tersebut bahkan dikonsumsi oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Seperti mie, bakso, ikan, kerupuk, biskuit, roti tawar dan sebagainya.

Umumnya, makanan tersebut dijual pedagang kaki lima dan kantin penjual makanan di sekolah atau perkantoran. Para pedagang hampir tidak bisa dikontrol oleh pemerintah dalam hal keamanan pangan ini.

"Paling tidak kendali keamanan pangan tersebut dimulai dari kantin sekolah, pasar dan kantin perkantoran. Apalagi kalau anak sekolah, harus makan sehat dan masa depannya bisa terganggu," imbuhnya.

BACA JUGA:

Pola Makan yang Dianjurkan untuk Ibu Hamil yang Menderita Diabetes Gestasional

Pada kesempatan sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Pangan, Penny K Lukito menegaskan, bicara soal zat pengawet makanan jadi satu hal klasik. Untuk itu, pengawasan harus diperketat dan sumbernya harus diberantas.

"Pengawasan terhadap maslah formalin menjadi masalah keamanan pangan yang klasik dan bertahun-tahun dibahas. Masyarakat harus sadar pangan, salah satunya waspada dengan bahan pengawet seperti boraks dan formalin," bebernya.

Jika masyarakat terus mengonsumsi makanan tidak aman, dampaknya jelas memicu bahaya bagi kesehatan. Paling sering bisa menyebabkan gagal ginjal dan sumber penyakit lainnya.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement