Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Patut Dicoba, Cara Ungkap Kebohongan Seseorang ala Agen FBI

Annisa Aprilia , Jurnalis-Selasa, 10 Oktober 2017 |11:47 WIB
Patut Dicoba, Cara Ungkap Kebohongan Seseorang ala Agen FBI
Cara FBI mengungkap kebohongan seseorang (Foto:Independent)
A
A
A

HAMPIR semua orang pasti pernah berbohong. Tapi, ada beberapa hal yang membedakan kebohongan mereka satu dengan yang lainnya. Ada orang yang bohong mengenai hal besar dan fatal, ada pula yang berbohong tentang hal kecil dan sepele. Namun, yang namanya berbohong tetap saja perbuatan tercela.

Bagi FBI (Federal Bureau of Investigation), mendeteksi pembohong sudah menjadi tugas mereka. Dengan melihat dan mengamati ekspresi wajah, bahasa tubuh dan indikator verbal sebagai sinyal, mereka dapat mengidentifikasikan seseorang berbohong. Seperti yang dilansir dari Independent, Selasa (10/10/2017).

BACA JUGA: UNIK! Semua Wanita Suku Himba Tidak Mandi Justru Memerahkan Tubuh Mereka

Mark Bouton, seorang agen FBI yang telah bertugas selama 30 tahun dan sekaligus penulis buku “How to Spot Lies Like the FBI”, mengatakan dirinya dapat menggunakan kata-kata tertentu untuk membantu mengidentifikasi Timothy McVeigh sebagai tersangka dalam pemboman Oklahoma City. Ia juga mengatakan, membaca ekspresi wajah pun dapat berguna meski Anda tidak bekerja atau bertugas untuk melakukan investigasi kriminal.

“Ada sejumlah ekspresi wajah dan reaksi terkait yang bisa mengindikasikan seseorang sedang berbohong pada Anda,” ucap Bouton.

Lebih lanjut, Bouton mengatakan beberapa hal yang akan tampak jika seseorang berbohong pada Anda salah satu diantaranya ialah orang tersebut akan gugup. Untuk mengetahui kebohongan, Bouton menyarankan untuk mengamati orang tersebut untuk sementara waktu saat Anda membuat obrolan ringan atau pertanyaan yang tidak berbahaya, hal ini dilakukan agar Anda dapat melihat bagaimana reaksi normalnya.

“Sebaiknya amati seseorang untuk semantara waktu saat Anda dan dirinya terlibat obrolan ringan atau ketika Anda mengajukan pertanyaan yang ringan, lihatlah reaksi normalnya dan bagaimana jawaban yang ia berikan,” ucap Bouton.

 BACA JUGA: Duh Gusti, Wajah Susah Dikenali, 3 Pasien Asal China Malah Ditahan di Bandara

Kemudian, setelah Anda mengetahui reaksi normal, maka ketika masuk ke dalam pembicaraan yang lebih serius dan runcing, orang tersebut akan mulai menunjukkan kemungkinan beberapa reaksi yang berbeda. Jika muncul reaksi yang sebelumnya tidak ia berikan, maka kemungkinan besar orang tersebut cenderung berbohong.

“Jika saat diberi obrolan yang mulai serius dan runcing orang tersebut menunjukkan beberapa sikap atau tanggapan yang berbeda dari respons sebelumnya, maka hal itu dapat dijadikan indikator berbohong dan orang yang Anda ajak bicara kemungkinan besar cenderung berbohong,” ungkap Bouton.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement