Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Punya 5 Ring di Jantungnya, Mantan Menteri Pertanian Ini Tetap Semangat Mendaki Gunung

Tiara Putri , Jurnalis-Senin, 09 Oktober 2017 |19:41 WIB
Punya 5 Ring di Jantungnya, Mantan Menteri Pertanian Ini Tetap Semangat Mendaki Gunung
A
A
A

USIA boleh tak muda lagi, namun hal itu tidak membatasi aktifitas Anton Apriyantono menjalani hobinya yakni mendaki gunung.

Meski usianya memasuki 58 tahun, mantan Menteri Pertanian Republik Indonesia era Susilo Bambang Yudhoyono periode pertama itu pernah menaklukkan sejumlah puncak gunung baik di dalam maupun luar negeri.

"Kebetulan hobi saya adalah kegiatan yang berhubungan dengan petualangan. Sejak SMA saya sudah senang mendaki gunung. Namun karena pekerjaan dan lain hal, frekuensi naik gunung mulai berkurang. Ketika saya pensiun jadi menteri, saya sudah mulai aktif kembali mendaki gunung," tutur Anton saat ditemui dalam sebuah acara Senin (9/10/2017) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Tahun lalu, dosen di salah satu universitas swasta di Jakarta itu berhasil mendaki 7 gunung. Bahkan satu diantaranya dia daki seorang diri. Walaupun sudah menjajal berbagai gunung, Anton tetap harus lebih memperhatikan kondisi kesehatannya.

"Memang ada keterbatasan dalam diri saya untuk mendaki gunung. Di samping usia, di jantung saya sudah dipasang lima ring. Tapi Alhamdullilah selama ini masih aman-aman saja," ujar Anton. Melihat kondisi kesehatan Anton, sebenarnya timbul kekhawatiran di pihak keluarha. Namun Anton selalu berusaha meyakinkan bahwa kegiatannya aman dilakukan sehingga keluarganya selalu mengijinkan. "Walaupun saya terus diwanti-wanti untuk selalu berhati-hati," tambah Anton.

Sebelum mendaki gunung, pria kelahiran 5 Oktober itu selalu memeriksa kesehatannya ke dokter agar pendakiannya berjalan lancar. Selain itu, Anton juga selalu rutin berlatih. Terlebih dalam 100 hari ke depan ia berencana mendaki 7 puncak tertinggi di Indonesia bersama dua orang rekannya.

BACA JUGA:


"Berbagai latihan sudah dipersiapkan. Latihan fisik dan teknik terutama. Dua hari di Gunung Parang saya berlatih memanjat. Pernah juga latihan berjalan di es dan memanjat gunung es," ujar Anton. Dia juga sudah mengetahui dengan pasti teknik yang harus diterapkan saat mendaki mengingat dirinya tidak sekuat dua rekannya yang masih muda. Anton harus lebih sering berhenti saat nafasnya mulai tersengal-sengal karena kondisi jantungnya sudah tidak normal. Apabila nafasnya sudah mulai normal, barulah ia melanjutkan perjalanan. Tapi baginya itu tidaklah masalah karena pada akhirnya Anton berhasil mencapai puncak.

Ditambahkan Anton, dari ketujuh puncak yang hendak ia daki, Puncak Cartenzs di Papua lah yang paling menantang baginya.

"Kalau gunung lainnya medannya hampir mirip dengan yang pernah saya daki. Dari tujuh gunung, tiga diantaranya sudah saya daki yaitu Kerinci, Semeru, dan Rinjani. Jadi saya tidak khawatir. Tapi kalau Cartenzs benar-benar baru," pungkas Anton.

(Ade Indra Kusuma)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement