Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jasa Tur di Meksiko Buka Wisata Menjadi Imigran Gelap di Wilayah Perbatasan

Tiara Putri , Jurnalis-Senin, 02 Oktober 2017 |18:39 WIB
Jasa Tur di Meksiko Buka Wisata Menjadi Imigran Gelap di Wilayah Perbatasan
A
A
A

JALUR perbatasan dua negara bisa menjadi tempat yang menakutkan. Bagaimana tidak, sekelompok orang bersenjata dari kedua negara selalu siap menangkap siapa saja yang masuk ke wilayahnya secara ilegal. Maka dari itu, banyak orang yang lebih memilih menghindari jalur perbatasan. Tapi tidak dengan sebuah tur di Meksiko.

Jika biasanya berwisata ke suatu tempat yang diinginkan adalah mengenal budaya lokal, Caminata Nocturna atau Night Walk akan membawa wisatawan ke pengalaman dikejar, ditembak, dan dilecehkan secara verbal. Tur yang telah beroperasi sejak tahun 2004 ini mengajak wisatawan untuk melintasi perbatasan Meksiko dan Amerika Serikat secara ilegal di malam hari.

Lokasi tur ini berada di Parque EcoAlberto . Wisatawan yang mengikuti tur diajak berkeliling selama tiga jam di mana terdapat jalan berbatu sejauh 12 km. Tak sampai di situ, wisatawan akan melalui semak-semak dan dikejar oleh agen patrol perbatasan. Agen tersebut akan menembakkan senjata tanpa peluru dan membunyikan sirene yang bisa memicu adrenalin wisatawan.

Walaupun cukup menegangkan, tur ini diminati oleh ribuan wisatawan yang ingin menikmati rasanya menjadi imigran ilegal. "Konsep Night Walk lahir dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan anak muda dan menunjukkan kepada mereka agar tidak mempertaruhkan nyawa untuk mencari kehidupan yang lebih baik di negara lain. Tur ini memproyeksikan sebuah visi dan motivasi untuk melihat proyek produktif baru, " tulis penyelenggara tur di situs webnya  seperti yang dikutip dari NZ Herald, Senin (2/10/2017).

BACA JUGA

Seorang wisatawan yang pernah mengikuti tersebut, Marcelo Rojas mengatakan banyak orang Meksiko yang berusaha untuk menyeberang perbatasan secara ilegal. "Saya tahu setidaknya ada tiga orang yang pergi dan mencoba untuk menyeberangi padang pasir.  Mereka tidak berhasil untuk melewatinya dan berakhir meninggal di sana," tutur Marcelo. Sementara itu, wisatawan lain yang pernah mengikuti tur ini, Sergio Mendieta berpendapat tur tersebut bagian dari budaya Meksiko dan penting untuk diketahui.

Sebagai informasi, tur ini dioperasikan dan dikelola oleh Indian Hñahñu. Mereka adalah sekelompok penduduk asli yang populasinya sudah hancur akibat mencoba menyeberangi perbatasan. Tujuan lain dari adanya tur ini adalah untuk mencegah migrasi ilegal dan menumbuhkan sifat patriotik.

(Ade Indra Kusuma)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement