Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siapkan Tisu Sebelum Baca Kisah Romantis Pasangan Lansia Ini

Annisa Aprilia , Jurnalis-Selasa, 19 September 2017 |08:30 WIB
Siapkan Tisu Sebelum Baca Kisah Romantis Pasangan Lansia Ini
A
A
A

“CINTA sejati hanya ada di dalam cerita fiksi,” kalimat itu tidak berlaku pada kisah ini. Kisah yang pasti akan membuat setiap orang yang mendengarnya terenyuh dan menitikan air mata.

Jika selama ini Anda hanya menonton kisah romantis dalam film atau cerita di novel, maka kisah romantis kali ini datang dari cerita nyata seorang apoteker.

Apoteker yang menceritakan kisah romantis dan mengharukan tersebut, bernama James Morales. Melalui akun pribadi jejaring sosial twitter miliknya, Morales menceritakan sebuah kisah yang dialami oleh seorang kakek yang ia saksikan sendiri.

Cerita yang Morales ceritakan tersebut sukses membuat media-media mainstream turut menjadi perantara dari kisah romantis nan haru itu. Kisah yang ia saksikan berawal dari sebuah pertanyaan yang dilontarkan pada seorang kakek dan sontak membuat dadanya amat terketuk.

Mula-mula, ada sepasang manula yang sering mengunjungi dan menjadi pelanggan setia apotek yang Morales jaga. Hampir setiap apoteker yang bekerja di apotek tersebut mengenal baik pasangan renta tersebut.

(Baca Juga: Cerita Shahrukh Khan yang Ternyata Memiliki Kisah Menyedihkan soal Asmara)

Pasangan lanjut usia tersebut selalu tampak romantis dan manis. Selama mengunjungi apotek selama bertahun-tahun, si kakek tidak pernah terlihat mengabaikan si nenek. Perhatian-perhatian kecil selalu diberikan si kakek pada pasangannya yang telah menua bersama itu. Tatapan lembut hingga sikap manis yang dapat membuat siapapun iri tersebut selalu dipertunjukkan keduanya.

“Dia (nenek) selalu senang dan selalu menikmati percakapan. Sementara dia (kakek) berdiri di sampingnya, menatapnya, memperhatikan hal-hal yang dia katakan,” tulis Morales dalam cuitan twitternya, pada 12 September 2017 lalu.

Kakek yang selalu datang bersama nenek biasa membeli enam buah obat untuk keduanya. Sehingga Morales pun selalu menyiapkan obat-obat yang biasa mereka beli. Hingga suatu ketika pertanyaan Morales meluluh lantakkan dadanya sendiri dan memaksanya menahan aliran air mata.

Si kakek yang biasa datang ke apotek bersama nenek, kini hanya terlihat seorang diri. Morales tidak memiliki firasat apa-apa, ia tetap memberikan enam buah obat, yang masing-masing tiga untuk si kakek dan tiga untuk si nenek. Namun, si kakek mengucapkan kalimat yang tidak disangka sebelumnya.

(Baca Juga; Pertemuan Awal Tak Romantis, Hamish Daud Cerita Bagaimana Bisa Jatuh Cinta dengan Raisa)

“Istriku... dia telah meninggal kemarin malam. Aku di sini justru untuk mengembalikan obat yang kami beli waktu itu, karena istriku sudah tidak memerlukannya lagi,” ucap kakek yang Morales tuliskan dalam cuitannya, seperti yang dikutip dari Metro, Selasa (19/9/2017).

Suasana di apotek yang selalu ramai itupun sontak sunyi dan hening. Orang-orang yang ada di dalam apotek spontan berhenti melakukan kegiatan karena mendengar sepatah kalimat yang terucap dari seorang pria tua salah satu pelanggan setia apotek. Kakek yang kemudian diketahui bernama Smith tersebut, berdiri di depan Morales dengan anak-anak sungai di pipinya.

“Sulit mengatakan hal ini sebenarnya, karena saya selalu berharap saya yang seharusnya pergi lebih dulu sebelum dia. Bangun tidur hari ini sangat berbeda rasanya, melihat sisi tempat tidur kosong sungguh menyayat hati, dia adalah pasangan sekaligus teman tebaik dan kekasih yang saya miliki,” lanjut Smith pada Morales.

Morales yang tengah berhadapan dengan Smith tidak dapat berkata sepatah kata pun, bahkan ia harus menahan air matanya sendiri. Begitu pula, teman-teman di apoteknya, berlinang air mata.

“Saya berjanji padanya, saya akan hidup dan menganggap serius kehidupan dengan rutin meminum obat. Saya akan meneruskan janji saya padanya,” ucap Smith dengan linangan air mata di pipinya.

“Dia selalu mengawasi saya dari surga dan dia merupakan malaikat terbaik yang pernah saya minta dan hadir di kehidupan saya,” ucap Smith pada Morales.

(Baca Juga: Kisah Romantis Bung Tomo dan Sang Istri)

Sebelum meninggalkan apotek, Smith berpesan pada Morales sebuah kalimat yang sangat menohok dan bermakna mendalam.

“Pastikan untuk mengatakan perasaanmu pada orang yang kamu sayangi bahwa kamu menyayangi mereka. Kamu tidak akan pernah tahu kapan nafas terakhir mereka berhembus dan kapan terakhir kali kamu akan melihatnya,” ucap Smith.

Smith yang selalu tampak memperhatikan istrinya yang telah tiada pun ternyata memiliki satu penyesalan. Ia tidak mengucapkan “Aku mencintaimu” pada malam terakhir istrinya, dan justru hanya mengucapkan “Selamat malam sayang”.

(Muhammad Saifullah )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement