Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ingin Melatih Keseimbangan dan Kelincahan? Mainlah Trampolin Selama 60 Menit

Tiara Putri , Jurnalis-Selasa, 12 September 2017 |18:52 WIB
Ingin Melatih Keseimbangan dan Kelincahan? Mainlah Trampolin Selama 60 Menit
Foto: care
A
A
A

BERMAIN trampolin kini bukan hanya dilakukan oleh anak kecil saja. Banyak orang dewasa yang juga gemar berlompat dan memantul di atas spring. Malah sekarang banyak tempat yang menghadirkan berbagai macam bentuk trampolin untuk dan ramai dikunjungi. Trampolin adalah sebuah alat yang memungkinkan pemakainya melompat dan kemudia memantul karena memiliki per di bawahnya.

Baca Juga:

Selain untuk bersenang-senang, trampolin memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan, antara lain melatih keseimbangan, otot tungkai, dan kelincahan. Ketika seseorang melompat di atas trampolin, maka dia melatih keseimbangan melalui kaki dan mengontrol gerakannya saat terjatuh. Melompat di atas trampolin bisa dikatakan sebagai salah satu olahraga non aerobik. Secara tidak langsung otot tungkai dilatih untuk lebih kuat.

Selain itu, karena permukaan sisinya yang luas, maka orang bebas menjatuhkan dirinya di mana saja. Orang tersebut juga bebas menentukan bagian tubuh mana yang jatuh lebih dulu, apakah kaki, punggung, atau perut yang terpenting mereka harus kembali pada posisi tegak. Itulah yang membuat seseorang menjadi lebih lincah saat bermain trampolin, bahkan jika memungkinkan dia bisa melakukan salto.

“Saat bermain trampolin, seseorang bisa melakukan olahraga high impact dengan risiko yang lebih kecil. Trampolinememungkinkan orang yang memainkannya terjatuh tanpa benturan, hal ini biasanya hanya bisa dilakukan di kolam renang. Selain itu, orangtua juga tidak perlu merasa khawatir bila anaknya melakukan olahraga high impact dengan trampoline sebab relatif aman untuk dimainkan,” tutur dokter spesialis keolahragaan, dr Michael Triangto, SpKO saat dihubungi Okezone melalui sambungan telepon, Selasa (12/9/2017).

Dr Michael menuturkan bahwa dirinya sering menggunakan trampolin sebagai bentuk terapi pada pasiennya yang mengalami cedera di bagian kaki. Para pasien diminta untuk melompat dengan satu kaki di atas trampolin saat cedera pasien sudah mulai sembuh. Di mana kaki yang digunakan untuk melompat adalah kaki yang mengalami cedera.

Baca Juga:

“Saat tubuh terjatuh usai melompat, kaki akan mencari titik keseimbangan yang terbaik. Kaki akan menemukan pijakan yang firm sehingga menjadi tidak ragu. Cara ini adalah bentuk latihan propioseptif yang bertujuan untuk menghindari cedera lagi di kemudian hari,” terang dr Michael.

Waktu ideal seseorang untuk bermain trampolin adalah 30-60 menit, tergantung dari tujuannya. Bila tujuan bermain trampolin hanya sekadar untuk kesenangan, usahakan tidak lebih dari 60 menit. Namun bila menjadikan bermain trampolin sebagai olahraga aerobik, paling lama dilakukan 30 menit agar merasakan manfaatnya. Tidak jarang orang melakukan push up atau sit up di atas trampolin. Selain itu, lakukan gerakan melompat secara bertahap. Begitu juga bila Anda baru ingin mencoba permainan ini. Jangan terlalu lama melompat di atas trampolin.

(Ade Indra Kusuma)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement