PASTINYA kita bangga jika memiliki postur tubuh tinggi nan ideal. Tapi tahukah Anda hal itu bisa membawa risiko genetik masalah pembekuan darah lebih cepat dari orang bertubuh pendek.
Sebuah studi terbaru ini melibatkan lebih dari dua juta saudara kandung. Peneliti dari Universitas Lund di Swedia menemukan, orang berbadan tinggi sering mengalami tromboemboli vena, yakni sejenis bekuan darah yang dimulai dengan vena dan dikaitkan dengan tinggi badan.
Baca Juga: Ya Ampun, Wanita Aljazair Rela Menahan Sakit karena Tato di Wajah demi Dipuji Cantik
Studi tersebut menemukan bahwa orang-orang tinggi berisiko mengalami dampak tromboemboli vena, dibandingkan dengan peserta yang lebih pendek.
Pada pria yang lebih pendek, risiko tromboemboli vena turun 65% jika dibandingkan dengan pria bertubuh lebih tinggi. Sementara bagi wanita yang lebih pendek, risiko tromboemboli vena turun 69%, dibandingkan wanita yang tingginya lebih dari 170 cm.
Baca Juga: Berniat Beli Rumah dengan Fasilitas Bandara? Syaratnya Harus Punya Hobi Ini
"Persentase risiko pembekuan darah ini hanya dialami oleh sebagian kecil. Meski akibat genetik, kontribusi terhadap penyakit trombosis bisa meningkat dan harus dicegah," ujar Associate Professor Bengt Zoller di Lund University Swedia, dilansir Boldsky, Jumat (8/9/2017).
Prevalensi terjadinya pembekuan darah sangat berbahaya dampaknya. Anda bisa mengalami banyak risiko yang mungkin berkaitan dengan penyakit jantung.
Sumbatan arteri bisa menyebabkan kualitas hidup seseorang menurun. Tak cuma itu, fatalnya risiko kematian pun besar dan harus diwaspadai segera.
Adapun tanda dan gejala bila seseorang mengalami pembekuan darah yakni tubuhnya sering mengalami rasa nyeri di dada. Pembengkakan di area kaki dan tangan bisa juga terjadi.
BACA JUGA: Foto-Foto Konyol yang Bisa Jadi Inspirasi saat Liburan
Bahkan, tanpa disadari kulit Anda menjadi memar dan sulit kembali normal. Bila mengalami gejala tersebut, segera konsultasi dengan dokter agar cepat diatasi.
(Ade Indra Kusuma)