Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tagar #MalamPertamaRaisa, Melucu tapi Tak Lucu, Anggap Perempuan Sekadar Barang?

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 06 September 2017 |10:27 WIB
Tagar #MalamPertamaRaisa, Melucu tapi Tak Lucu, Anggap Perempuan Sekadar Barang?
A
A
A

PERNIKAHAN Raisa Andriana dan Hamish Daud Wyllie menjadi perhatian utama publik akhir pekan lalu. Namun di tengah berbagai ucapan selamat, patah hati, dan haru yang ada di media sosial, ada sebuah tagar yang dikritik oleh sejumlah aktivis karena tak hanya terkesan seksis tapi juga meletakan pandangan keliru tentang perempuan.

Tagar #MalamPertamaRaisa digunakan lebih dari 8.900 kali di Twitter memicu diskusi mendasar tentang 'ketidakadilan terhadap perempuan'.

Sejumlah pengguna bermaksud melucu dengan tagar ini, namun berbagai guyonan seksis tersebut justru dianggap berbahaya oleh sejumlah kalangan. Berikut berbagai kritikannya:

Perempuan adalah barang?

Akun @dendafs adalah satu dari sedikit yang lekas sadar bahwa bunyi tagar dan isi perbincangannya menyiratkan stereotip bahwa perempuan adalah barang. ''Unboxing? Lo kata Raisa barang elektronik apa? Ngejokes mbok ya jangan seksis gitu mas.''

Entah warganet sengaja atau tidak, dalam tagar bernada seksis tersebut berkali-kali Raisa dibendakan dengan kata-kata seperti 'unboxing' dan gurauan 'perlu direview' oleh Hamish, pembawa acara tayangan jalan-jalan yang beberapa kali menjadi endorser produk di medsos.

Seperti apa pernikahan Raisa dan Hamish?

Hanya kerabat dan tamu yang tahu. Sebab sama seperti warganet, puluhan wartawan yang hadir di Hotel Ayana MidPlaza Jakarta hanya menyaksikannya lewat tayangan Facebook Live di layar proyeksi pada Minggu 3 September. Pernikahan itu sendiri digelar tertutup. Dari layar tampak keduanya secara bergilir menyalami serta memeluk kerabat dan tamu mereka.

Ayunda Wardhani dari Bridestory mengatakan Raisa dan Hamish benar-benar menganggap momen pernikahan mereka sakral. Walaupun pernikahan adat Sunda itu digelar dengan dekorasi rustic yang santai dan simpel, kekinian ala Instagram, tetapi pasangan ini hanya menayangkannya sebagai Facebook Live, bukan siaran langsung di televisi seperti apa yang dilakukan beberapa selebritas. Sebab hanya sedikit yang ingin mereka bagikan untuk konsumsi publik, menurut Ayunda.

(Baca Juga: Lihat Betapa Mewahnya Cincin Pernikahan Raisa dan Hamish Daud, Berapa Taksiran Harganya?)

Saat menemui wartawan, Hamish sempat tertawa lebar mengomentari pertanyaan tentang tagar #HariPatahHatiNasionalJilid2 yang jadi topik perbincangan di medsos. ''Itu lucu,'' ujarnya.

Tapi, selama konferensi pers berlangsung Hamish beberapa kali terdiam mendengar pertanyaan media. Dia juga sempat menolak permintaan untuk bicara menghadap kamera. ''Susah loh. Orang mau ngomong dipanggil-panggil, itu susah,'' kata Raisa menjelaskan situasi.

''Memang tidak mudah ya, berada di relationship yang dilihatin banyak orang,'' kata Raisa.

Feminis asal Solo, Dewi Candraningrum, mengatakan viralnya tagar #MalamPertamaRaisa amat merepresentasikan realitas. ''Bahwa masyarakat kita masih misoginis, seksis, dan patriarkis, yang menganggap perempuan sebagai properti sebuah keluarga, masyarakat atau kebudayaan,'' kata dia.

Bahasa seksis tersebut tidak menempatkan perempuan setara, sambung Dewi. ''Melainkan menganggap perempuan sebagai barang yang bisa diperlakukan sesuka hati.''

Saat bahasa semacam ini dianggap jamak dan disirkulasi sebagai bahan guyonan di medsos, Dewi mengatakan hal berikut yang muncul adalah kekerasan seksual, kekerasan fisik terhadap perempuan, pengambilalihan otoritas atas perempuan, dan marak tindakan yang tidak menghargai perempuan. ''Maka perkosaan juga menjadi bahan candaan, padahal misalnya itu membunuh Yuyun.''

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement