Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Moms, Ajarkan si Kecil Sayangi Hewan! Manfaatnya, Dia Tidak Akan Menyakiti Temannya

Vessy Frizona , Jurnalis-Senin, 04 September 2017 |15:49 WIB
Moms, Ajarkan si Kecil Sayangi Hewan! Manfaatnya, Dia Tidak Akan Menyakiti Temannya
Ilustrasi (Foto: Zenparent)
A
A
A

MENDIDIK anak menjadi pribadi penyayang dan penuh cinta kasih terkadang tidak mudah. Tidak diajari saja anak bisa memukul dan menyakiti temannya.

Oleh sebab itu, salah satu cara menumbuhkan sifat penyayang pada anak bisa dengan memelihara hewan peliharaan. Drh. R.D Wiwiek Bagja selaku Ketua Panitia Indo Pet Expo 2017, mengungkap sebuah penelitian, bahwa orang yang tidak menyukai kekerasan adalah orang yang sejak kecil suka dan menyayangi hewan.

"Maka, sejak usia sekolah anak sudah bisa diberi tanggung jawab memelihara hewan yang dia sayangi. Dengan begitu, tumbuh rasa kasih, sehingga dia tidak akan menyakiti hewan peliharaannya. Dampaknya anak juga tidak tega menyakiti manusia (teman-temannya)," kata Wiwiek, saat ditemui Okezone dalam acara press conference Indo Pet Expo di Jakarta Selatan, Senin (4/9/2017).

Baca Juga: Bagaimana Mengasuh Anak yang Kepribadiannya Jauh Berbeda dengan Anda?

Lebih lanjut, Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, Dr. Drh. Heru Setijanto, menuturkan ada banyak cara yang bisa dilakukan mengenalkan anak kepada hewan dan menyayanginya. Misalnya, bawa anak-anak ke pameran hewan kemudian diperkenalkan.

"Anak-anak harus belajar dan memiliki wawasan luas tentang jenis-jenis hewan. Dengan mengunjungi pameran hewan atau ke kebun binatang, mereka akan tertarik pada salah satu jenis hewan. Kemudian hewan tersebut bisa dipelihara di rumah," tutur Heru.

Baca Juga: Produktivitas Anak Tergantung pada Energinya, Yuk Pastikan Anak Cukup Istirahat Supaya Pintar di Sekolah

Mengenai hewan-hewan yang ramah anak, Wiwiek menyampaikan, peliharalah hewan jenis rumahan. Artinya hewan tersebut bukan hewan liar, tetapi memang layak untuk dipelihara.

"Pastinya tidak bertaring dan berbisa. Tetapi untuk kucing bisa saja karena memang jenisnya hewan peliharaan. Kemudian ikan, dan unggas seperti burung atau ayam. Pastikan hewan tersebut tidak menggigit," paparnya.

Baca Juga: Serunya Punya Anak Perempuan, Ibu Bisa Jalin Ikatan Lebih Erat seperti Sahabat

Ia menambahkan, apabila memelihara hewan, si pemilik perlu mengetahui karakter hewan tersebut. Sebab itu merupakan cara menjaga orang-orang di rumah, termasuk anak dari serangan hewan peliharaan.

"Misalnya anjing. Anjing jeninya ada 200 lebih, sebagaimana pula manusia punya suku dan karakter. Anjinh Pitbul yang menyerang seorang anak hingga tewas beberapa waktu lalu mamiliki tipe loyal hanya kepada satu orang yang mengurusnya dan dia posesif. Jadi ketika mainan si anak kecil jatuh ke area anjing pitbul dia merasa itu miliknya. Akhirnya mereka berebutan. Dari kejadian ini kita belajar bahwa pemelihara harus tau karakter hewan peliharaannya," tukas Wiwiek.

(Vien Dimyati)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement