AKHIR pekan merupakan waktu yang tepat untuk berlibur baik bersama teman atau keluarga. Tentunya banyak tempat-tempat wisata yang menjadi pilihan.
Namun, bagi Anda yang belum pernah merasakan sensasi berlibur di hutan Mangrove bersama keluarga. Tidak ada salahnya menjadikan hutan Mangrove di Desa Kurau Barat sebagai pilihan liburan diakhir pekan bersama keluarga. Tentu, asik bukan.
Baca Juga: SHARELOC: Bukit Teletubbies Ternyata Ada di Blitar
Sejatinya keindahan Hutan Mangrove di Desa Kurau Barat, saat ini menjadi salah satu destinasi wisata andalan yang ada di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Pasalnya, destinasi wisata ini mampu memberikan sensasi tersendiri bagi siapa saja yang datang berkunjung.
Bahkan wisatawan dapat melihat beragam habitat seperti burung, kepiting dan lainnya. Tak hanya itu, wisatawan pun juga dapat menangkap langsung kepiting bakau yang telah dibudi daya oleh pengelola sekaligus dapat merasakan kelezatan kepiting bakau tersebut.
Baca Juga: Bingung Tentukan Jam Berapa Mau ke Burj Khalifa atau Pantai di Dubai? Nih Panduannya
Meski baru dibuka dan diresmikan pada Februari 2017 lalu, namun dalam satu pekan saja hutan Mangrove Desa Kurau Barat ini sudah menyedot lebih dari 3 ribu orang wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung.
Pengelola Hutan Mangrove Desa Kurau Barat, Yasir menjelaskan untuk beberapa bulan terakhir wisatawan lokal jika dihitung perminggu ini minimal 2-3 ribu wisatawan yang masuk untuk liburan dan ada juga untuk bekerja mengabadikan foto.
Baca Juga: Berniat Beli Rumah dengan Fasilitas Bandara? Syaratnya Harus Punya Hobi Ini
"Kalau kita hitung dari wisatawan lokal perminggu ini minimal ada 2-3 ribu orang yang datang berlibur. Sementara wisatawan mancanegara kita baru dapat 10 orang itu asalnya dari Hongkong dan Spanyol, mereka fotografer habitat hewan seperti burung dan lainnya," ujarnya ketika berbincang dengan Okezone di Hutan Mangrove Desa Kurau Barat, Sabtu (26/8/2017).
Kendati demikian, dia juga menyebutkan tak hanya dimanjakan oleh alam, wisatawan yang berkunjung baik lokal maupun mancanegara juga akan disajikan oleh kuliner khas dari hutan Mangrove yakni kepiting bakau hasil budi daya pengelola.
"Selain bisa menikmati alam hutan Mangrove, kita juga punya kuliner khusus seperti kepiting bakau yang kita sajikan. Kepiting ini bisa ditangkap sendiri, masak sendiri atau dimasakin langsung pengelola restoran, dan bisa dinikmati langsung," terangnya.
Baca Juga: Ya Ampun, Wanita Aljazair Rela Menahan Sakit karena Tato di Wajah demi Dipuji Cantik
(Foto: Arsan Mailanto)
Diketahui kawasan hutan Mangrove ini memiliki luas 213 hektare dan telah mendapatkan SK dari Kementerian Kehutanan. Hutan Mangrove Desa Kurau Barat ini mempunyai jalur sungai sepanjang 3 kilometer yang dapat ditelusuri dengan speedboat dan perahu.
Menuju lokasi wisatawan pun dapat menggunakan speedboat yang telah disediakan, dengan menyusuri sungai yang membela hutan Mangrove. Tentunya, hal ini dapat memberi sensasi yang luar biasa bagi para wisatawan. Untuk menggunakan speedboat wisatawan hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp10 ribu saja untuk per orang.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.