RUMAH sakit seharusnya menjadi tempat perawatan terbaik setelah bayi dilahirkan. Banyak pasangan yang mempercayakan bayinya lahir di rumah sakit karena fasilitas perawatan yang memadai. Tapi apa jadinya bila perawatan di rumah sakit malah membuat bayi yang usianya kurang dari seminggu meninggal di dunia?
(Baca Juga: Susah Bedakan Bau Bensin dan Permen? Awas, Indikasi Awal Kepikunan)
Pekan ini kabar mengejutkan datang dari India. Lebih dari 100 bayi yang dilahirkan telah meninggal di sebuah rumah sakit umum di India utara. Banyak yang menuduh hal ini terjadi karena pemerintah telah memotong pasokan oksigen ke rumah sakit tersebut karena keterlambatan pembayaran. Namun pemerintah terus menampik hal ini.
Salah satu pasangan petani dibiarkan kebingungan mencari jawaban mengapa kedua putri kembarnya meninggal. Semula anak-anaknya didiagnosis menderita demam setelah pulang dari rumah sakit. Kemudian mereka membawa kembali bayinya ke Akademi Kesehatan Baba Raghav Das di distrik Gorakhpur, negara India bagian utara, Uttar Pradesh. Pasangan petani itu harus melihat kedua bayinya muntah dan napasnya mulai tersengal-sengal. Mereka tahu bayinya mulai kehabisan udara di paru-parunya tapi tidak ada petugas yang memberi tahu mereka mengenai oksigen. Hingga akhirnya kedua anak mereka yang sudah ditunggu selama delapan tahun meninggal dunia.
(Baca Juga: CATAT! Anak dengan Kondisi seperti Ini Harus Tunda Imunisasi MR)
Menurut pasangan petani itu, bayi lain yang meninggal juga mengalami hal yang sama. Orangtuanya hanya bisa menangis, menjerit, dan memegang bayinya di pangkuan saat sekarat tanpa bisa bertindak apa-apa. Tercatat kematian bayi dimulai pada tanggal 7 Agustus 2017. Lalu hingga tanggal 10-11 Agustus, ada 30 bayi yang meninggal. Dalam waktu lima hari, jumlahnya meningkat menjadi 60 bayi yang meninggal.
Pemerintah terus berkeras bahwa kematian bayi itu bukan disebabkan karena kurangnya pasokan oksigen, melainkan karena bayi dirawat di unit neonatal dan terkena ensefalitis, peradangan mematikan pada otak yang telah merajalela di wilayah ini selama beberapa dekade. Di sisi lain, para orangtua terus menceritakan kisah memilukan hati saat bayinya kehabisan udara sebelum meninggal. Banyak dari mereka yang mengatakan bahwa dokter hanya memberi mereka sebuah tas dan memerintahkannya untuk memompa oksigen ke paru-paru bayi mereka secara manual.
(Baca Juga: Tinggalkan Roti, Sarapan Makan 8 Sayur dan Buah Ini Bikin Perut Kenyang Sampai Siang)
Tragedi ini telah menimbulkan pertanyaan tentang keadaan kesehatan di Uttar Pradesh. Tapi sayangnya, para orangtua dibiarkan mencari jawaban sendiri tanpa mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan bayi mereka meninggal. Demikian seperti yang dilansir dari BBC, Sabtu (19/8/2017).
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.