SEMUA orangtua punya konflik, dan semua orangtua sering melontarkan kata-kata yang mereka ingin ucapkan tanpa melihat siapa yang ada di sekelilingnya.
Konflik-konflik itu kadang-kadang tumpah ke ruang tamu atau meja dapur, di mana anak tidak dapat menghindar untuk tidak mendengarnya, meskipun tampaknya mereka lebih tertarik pada tabletnya.
"Anak-anak sangat sensitif, mereka menangkap apa yang Anda katakan entah tampaknya mereka mendengarkan atau tidak," kata E. Mark Cummings, PhD, profesor psikologi di Universitas Notre Dame. Dia menambahkan bahwa berdebat di depan anak-anak tidak harus ekstrem. Ini semua tentang bagaimana orangtua melewati argumen dan bagaimana memperlakukan satu sama lain.
Baca Juga: ''Mama-Papa Stop!'', Apa yang Dipikirkan Anak saat Orangtuanya Bertengkar?
Berdasarkan pemikiran tersebut, berikut adalah beberapa kalimat yang harus Anda hapus dari kosa kata, terutama saat anak-anak kecil berada dalam jarak pendengaran yang dekat.
"Kamu sungguh bodoh!"
Tak peduli apakah itu fakta atau tidak, namun menunjukkan garis kekejaman atau memanggil dengan kata buruk berarti mengajarkan anak hal yang berbahaya. "Labeling, bersumpah, menggunakan sarkasme atau penghinaan sama saja mengajarkan anak-anak bahwa begini cara orang dewasa berkomunikasi satu sama lain," kata Susan Heitler, PhD, seorang psikolog Denver .
"Jika Tommy tidak buru-buru aku ada waktu menyelesaikan masalah kita"
"Apa pun masalahnya ada di antara Anda dan pasangan, tinggalkan anak dari Anda berdua," kata Cummings. "Anda tidak ingin anak Anda berpikir bahwa mereka bertanggung jawab atas masalah pernikahan orangtuanya."
Baca Juga: Moms, Pahami Remaja Putri Anda! Mitos Sosial Bikin Dia Tak Percaya Diri dan Minder
"Aku melihat kamu menggoda janda itu di acara barbekyu."
Bahkan jika Anda hanya bercanda, anak Anda mungkin mendengar ini dan bakal khawatir ada sesuatu yang salah dalam pernikahan orangtuanya. Pertahankan diskusi tentang keintiman secara pribadi, di mana anak berada.
"Ibumu membuatku gila ... wanita itu adalah psiko!"
Ingat, dia mungkin ibu mertua Anda yang menyebalkan, tapi dia juga nenek anak Anda. Jika dia tidak melakukan sesuatu yang benar-benar mengerikan, jangan coba-coba meracuni hubungan anak Anda dengan nenek, kakek, paman, atau bibinya.
Baca Juga: Anak Manja Banget, Apa Salah Orangtua?
"Jika kamu boros seperti itu, kita akan bangkrut."
Anda ingin anak merasa aman di rumahnya, dan saat dia mendengar orangtua bertengkar soal uang, dia mungkin akan melakukan banyak kesimpulan yang mengerikan. Itu bukan berarti Anda tidak boleh mendiskusikan keuangan, tapi lakukanlah dengan cara yang positif dan sesuai usia, kata Heitler. "Bagi anak-anak yang lebih tua, tidak apa-apa untuk melakukan percakapan tentang cara menghemat uang atau biaya hidup, tapi mereka perlu tahu bahwa Anda ada bersamanya."
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.