JIKA menemukan benjolan menyerupai jerawat di wajah, tampaknya Anda perlu waspada dan memastikan apakah benjolan tersebut benar-benar jerawat atau bukan. Salah-salah benjolan tersebut bisa jadi merupakan tanda Anda mengalami masalah penyakit yang serius.
Hal ini yang dialami seorang wanita bernama Marisha Dotson. Suatu hari, wanita asal Tennessee ini bangun tidur di pagi hari dan mendapati bahwa terdapat sebuah benjolan menyerupai jerawat di bagian hidungnya. Namun, selama beberapa hari benjolan tersebut tak lantas mereda, justru kian membengkak dan mulai terasa nyeri.
"Bagiku ini seperti jerawat biasa... hanya sedikit kemerahan," kata Marisha.
Marisha pun mulai merasa khawatir, apalagi kala dirinya mengalami demam. Ia merasa bahwa benjolan tersebut tampaknya bukan jerawat biasa. Khawatir terjadi sesuatu dengan dirinya, ia pun memutuskan untuk pergi ke dokter kulit. Dan, benar saja, sang dokter pun mendiagnosa bahwa benjolan tersebut bukan lah jerawat biasa melainkan sel kanker kulit karsinoma.
Merasa Memiliki Tubuh dan Jiwa yang Sama, Perempuan Ini Hidupkan Lagi Kembarannya!
Jangan Buang Percuma Waktu Senggang, Olesi SPF ke Telinga untuk Kurangi Risiko Kanker Kulit
Mengetahui hasil diagnosa dokter, wanita 25 tahun ini merasa sangat hancur. Ia tak punya pilihan lain selain menjalani operasi. Rupanya sel kanker yang awalnya hanya sebesar jerawat, perlahan kian membesar hingga memakan bagian hidungnya. Tak lama berselang, dokter pun menemukan bintik-bintik yang merupakan sel kanker tambahan pada bagian pipi, bibir, dan beberapa bagian hidungnya.
Pasca operasi, dokter sempat membuat hidung palsu menggunakan tulang rawan telinga dan kulit yang berasal dari kepala Marisha. Perlahan tapi pasti, ia pun berangsur sembuh. Berkat perawatan medis, kini Marisha dinyatakan sudah bebas kanker. Namun, ia harus menerima kenyataan bahwa wajahnya telah rusak.
"Aku beruntung masih diberi kesempatan untuk hidup sampai sekarang," ujar Marisha, sebagaimana dilansir Allure, Senin (14/8/2017).
Akibat kanker kulit yang dialami, Marisha masih harus menjalani sejumlah perawatan medis. Misalnya, merekonstruksi kembali bagian mulut dan delapan giginya yang tanggal. Hal ini dilakukan agar Marisha tetap bisa berbicara dan makan, lantaran sel kanker yang telah lebih dulu menggerogoti bagian tulang rahangnya.
Sementara itu, kanker yang dialami Marisha ini tergolong kanker kulit non melanoma. Jenis kanker tersebut menyerang bagian keratin yang terdapat pada bagian luar lapisan kulit. Kanker kulit non melanoma biasanya ditemukan pada area wajah, leher, bahu, punggung telapak tangan, dan betis.
Kabar Baik! Makan Tomat Bisa Melawan Kanker Kulit
Hindari Kanker Kulit, Selalu Gunakan Sunscreen SPF 15
Sebagian besar jenis kanker ini disebabkan oleh radiasi ultraviolet melalui paparan sinar matahari. Segala bentuk paparan sinar ultraviolet memang dapat merusak kulit dan meningkatkan risiko kanker. Bila tidak segera diobati, kanker kulit non melanoma ini bisa menyebabkan kematian.
Oleh karena itu, ahli kulit menyarankan agar selalu melakukan perlindungan terhadap paparan sinar matahari secara konsisten. Yakni dengan selalu menggunakan tabir surya yang mengandung SPF, minimal 30, sebelum bepergian ke luar rumah.
"Meski hanya pergi ke luar rumah selama 10 menit menggunakan tabir surya, itu bisa menyelamatkan hidup Anda," kata Joshua Zeichner, director of cosmetic and clinical research di Mount Sinai Hospital, New York, AS.
"Bila kanker kulit terdeteksi cukup dini, ini bisa disembuhkan," lanjutnya.
Selain itu, penting untuk tidak mengabaikan sesuatu yang terjadi pada kulit Anda, termasuk goresan. Jika mendapat hal tersebut, segera temui ahlinya agar tidak salah dalam penanganan.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.