HEPATITIS merupakan penyakit menular langsung yang harus diwaspadai seseorang. Penularannya sangat cepat, terutama dari ibu ke bayi baru lahir.
Penularan hepatitis dapat melalui berbagai cara. Penyakit ini ditularkan melalui virus dari penderita hepatitis. (Baca Juga: Catat! Mitos dan Fakta Hepatitis yang Wajib Anda Ketahui)
Kasubdit Hepatitis dan Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI dr Sedya Dwisangka MEpid mengatakan, sebagian besar penyakit hepatitis ditularkan lewat virus. Ada pula beberapa cara penularan lainnya yang berbahaya. Jika ingin tahu lebih lanjut, berikut rangkumannya yang ditulis Okezone, Jumat (28/7/2017).
Lewat kotoran
Pembawa virus paling mudah menularkan penyakit hepatitis itu ke orang lain. Cara penularannya bisa melakui kotoran, cairan tubuh, jarum suntik dan darah. (Baca Juga: Gawat! Tren Penyakit Hepatitis di Indonesia Semakin Meningkat, Apa Sebabnya?)
Misalnya, seorang pembawa virus hidupnya tidak higienis bisa menularkan lewat kotoran yang mungkin menempel di sebuah benda. Kemudian, orang lain menyentuh benda itu dan tertular virus hepatitis yang menempel.
"Biasanya orang yang tertular mengalami gejala akut. Badannya lemas, kulitnya kuning, begitu juga dengan matanya. Karena ini virus tidak ada obatnya," ujar saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Cairan tubuh
Ibu hamil yang positif hepatitis, paling rawan menularkan penyakit hepatitis ke bayinya yang baru dilahirkan. Penularannya lewat cairan tubuh melalui plasenta. Untuk pencegahan, seorang bayi harus segera divaksin kurang dari 24 jam setelah dilahirkan. Selain dari ibu hamil, pasien hepatitis juga bisa menularkan virusnya ke orang lain lewat air liur, ingus, dan cairan lainnya yang tak pernah disadari seseorang. (Baca Juga: Ibu Hamil Rentan Tularkan Hepatitis B, Segera Suntikkan Vaksin kepada Bayi Setelah Lahir)
Transfusi darah
Kegiatan transfusi darah juga rentan menularkan virus hepatitis. Biasanya ini terjadi pada saat proses transfusi darah yang tidak diskrining sebelumnya. (Baca Juga: Sedang Sakit Kuning, Jangan Konsumsi Makanan Pedas jika Ingin Cepat Sembuh)
Maka itu, Anda tidak boleh melewatkan syarat dan ketentuan sebelum melakukan transfusi darah. Nantinya tenaga medis juga harus melakukan skrining untuk mencegah penularan penyakit lainnya juga.
Jarum suntik
"Jarum tattoo juga bisa menularkan virus. Makanya harus hati-hati kalau ingin menggunakan jarum, apalagi kalau tidak diganti," tambah pria yang akrab disapa dr Ongki.
Sebelum berniat untuk menggunakan tattoo, Anda harus benar-benar memilih studio tattoo bersertifikat dan tenaga yang profesional.
Kontak darah
Darah juga bisa menularkan virus hepatitis berbahaya. Biasanya ditularkan lewat kontak darah. Hal ini sering terjadi di kalangan tenaga medis dan pasien tanpa disadari oleh mereka.
Hubungan seks tidak aman
Bagi pria atau wanita, hindari kegiatan berhubungan seks yang tidak aman. Selain menularkan penyakit seksual, Anda juga bisa tertular penyakit hepatitis. Belum lagi ancaman lainnya yakni virus HIV. Anda harus ebnar-benar memilih pasangan yang tepat dan jangan gonta-ganti ya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.